Pengusaha: Pungutan Liar di Pelabuhan Semacam Premanisme

Pengusaha: Pungutan Liar di Pelabuhan Semacam Premanisme

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2015 13:45 WIB
Pengusaha: Pungutan Liar di Pelabuhan Semacam Premanisme
Jakarta - Masalah pungutan liar (pungli) di pelabuhan-pelabuhan Indonesia masih terjadi sehingga pengusaha logistik terus mengeluh. Mereka bahkan menyebutnya aksi pungli itu sudah seperti premanisme.

Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan mahalnya ongkos logistik di Indonesia, bukan karena jalur yang dilewatinya. Melainkan karena pungli yang masih merajalela.

"Logistik mahal bukan karena lewat darat atau laut. Tapi karena pungutan, di pelabuhan misalnya. Itu pungutan yang lebih ke premanisasi," ungkap Carmelita di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/1/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagi ini para pengusaha logistik dikumpulkan oleh Menko Perekonomian Sofyan Djalil, dalam acara sarapan bersama dan membahas persoalan dunia logistik di Indonesia.

Carmelita Hartoto termasuk yang ikut dalam acara tersebut. Ia menjelaskan pungli sangat merugikan dunia usaha, karena ada beban lainnya yang harus ditanggung pengusaha logistik yaitu regulasi dan birokrasi.

"Mereka masih ada, di daerah. Mereka memungut padahal mereka tidak bekerja tapi mungut," sebutnya

Bahkan lebih parah menurut Carmelita ada pemerintah daerah (pemda) yang melindungi kelompok tersebut, sehingga percuma bila diadukan ke aparat. "Kadang ada yang dilindungi perda seperti ada di Kalimantan, dilegalkan pungli," tukasnya

Sebelumnya Deputi Bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawadi mengatakan pungli di pelabuhan juga dilakukan oleh 'oknum' Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang berada di pelabuhan.

(mkl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads