Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan mahalnya ongkos logistik di Indonesia, bukan karena jalur yang dilewatinya. Melainkan karena pungli yang masih merajalela.
"Logistik mahal bukan karena lewat darat atau laut. Tapi karena pungutan, di pelabuhan misalnya. Itu pungutan yang lebih ke premanisasi," ungkap Carmelita di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carmelita Hartoto termasuk yang ikut dalam acara tersebut. Ia menjelaskan pungli sangat merugikan dunia usaha, karena ada beban lainnya yang harus ditanggung pengusaha logistik yaitu regulasi dan birokrasi.
"Mereka masih ada, di daerah. Mereka memungut padahal mereka tidak bekerja tapi mungut," sebutnya
Bahkan lebih parah menurut Carmelita ada pemerintah daerah (pemda) yang melindungi kelompok tersebut, sehingga percuma bila diadukan ke aparat. "Kadang ada yang dilindungi perda seperti ada di Kalimantan, dilegalkan pungli," tukasnya
Sebelumnya Deputi Bidang Perdagangan dan Perindustrian Edy Putra Irawadi mengatakan pungli di pelabuhan juga dilakukan oleh 'oknum' Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang berada di pelabuhan.
(mkl/hen)











































