Jalan tol sepanjang 14,19 km ini membutuhkan lahan mencapai seluas 122,65 hektar yang dikerjakan oleh PT Marga Kunciran Cengkareng. Setidaknya ada 2 pabrik yang bakal tergusur akibat pembangunan tol yang melintasi kawasan Tangerang, Banten.
Permasalahan ini tertuang dalam dokumen data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Pengusahaan Jalan Tol, yang dikutip detikFinance, Kamis (8/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perlu dipikirkan bagaimana nasib mesin-mesin yang dipergunakan oleh pabrik tersebut, juga nasib tenaga kerja yang menggantungkan nasib di kedua pabrik tersebut.
Permasalahan lain yang juga mewarnai proses pembebasan tanah jalan tol ini adalah tidak akuratnya hasil pendataan titik-titik tanah yang akan dibebaskan lantaran kurangnya kerja sama antara Satgas Bangunan, Tanaman dan Pengukuran.
Tol Kunciran-Cengkaren sepanjang 14,19 km dalam pembangunannya membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 3,507 triliun, sedangkan untuk pembebasan lahannya membutuhkan dana sebesar Rp 1,219 triliun. Tol ini ditargetkan selesai 2018.
Tol tersebut terdiri atas 4 seksi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dibentuk oleh patungan konsorsium 5 perusahaan terdiri dari PT Jasa Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan porsi kepemilikan 75%, CMS WIL sebesar 21%, PT Wijaya Karya sebesar 2%, PT Nindya Karya sebesar 1% dan PT Istaka Karya sebesar 1%.
Tol ini dirancang untuk bisa menampung 41.514 kendaraan setiap harinya dengan tarif per km sebesar Rp 885 atau Rp 12.558 untuk kendaraan golongan I yang akan melintas sepanjang jalan tol ini. Masa konsesi yang akan diberikan hingga 35 tahun.
(dna/hen)










































