Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman akan menyediakan 50.000 ton benih/tahun kepada para petani di seluruh Indonesia. Benih tersebut akan disediakan oleh βPT Pertani dan PT Sang Hyang Seri (Persero), dengan skema penunjukan langsung.
Amran mengakui pada masa sebelumnya untuk menyediakan ribuan ton benih, kementeriannya membutuhkan waktu panjang karena prosesnya harus ditender. Dampaknya petani sering telat mendapatkan benih sehingga mengganggu produksi, kini pengadaan pupuk sudah melalui proses penunjukan langsung.
"Saya selesaikan masalah 7 bulan dalam 1 jam," tegas Amran usai menghadiri pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor pertanian, di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (9/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, penyediaan benih hanya mampu memenuhi 20% dari kebutuhan benih rata-rata dalam 1 tahun karena seretnya pencairan dana oleh pihak perbankan tersebut.
Kini, perusahaan penyedia benih boleh ditunjuk langsung, benih yang disiapkan antara lain padi, jagung dan kedelai.
"Saya tanya Direktur SHS (Sang Hyang Seri) kenapa seperti ini? Beliau jawab karena BRI tidak cairkan dananya.β βDan ketika saya tanya BRI, katanya itu tidak bankable. Saya langsung bilang ini kan amanat, karena kalian berdua ribuan petani sengsara. Jadi permasalahan ini bisa diselesaikan, mudah-mudahan penyediaan benih tak bermasalah lagi," pungkasnya.
Dengan terselesaikannya masalah ini, permasalahan penyediaan benih tahun 2015, tidak perlu dikhawatirkan lagi dan target swasembada pangan dalam 3 tahun pun dapat tercapai.
(dna/hen)











































