Belanja Infrastruktur Naik 52% di RAPBN-P 2015, Capai Rp 290 Triliun

Belanja Infrastruktur Naik 52% di RAPBN-P 2015, Capai Rp 290 Triliun

- detikFinance
Jumat, 09 Jan 2015 16:50 WIB
Belanja Infrastruktur Naik 52% di RAPBN-P 2015, Capai Rp 290 Triliun
Jakarta -

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro baru saja menyerahkan RAPBN-P 2015 ke DPR. Dalam paparannya, Bambang menjelaskan bahwa defisit anggaran turun sementara belanja infrastruktur meningkat tajam.

"Defisit anggaran kita turunkan dari 2,21% menjadi 1,9% tapi di sisi lain belanja infrastruktur meningkat tajam dari Rp 190 triliun menjadi Rp 290 triliun. Kemudian juga penerimaan pajak meningkat dari Rp 1.200 triliun menjadi Rp 1.300 triliun," kata Bambang saat konferensi pers usai pertemuan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2015).

Pemerintah juga memberikan tambahan modal kepada sejumlah BUMN. Tujuannya agar bisa mengerjakan projek infrastruktur lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belanja infrastruktur naik. Tiga kementerian dapat tambahan belanja yaitu Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian. Untuk Kementan, dapat tambahan besar karena ada tujuan kedaulatan pangan bagi rakyat Indonesia," jelas Bambang.

Pemerintah yakin dapat bekerja sama dengan DPR sehingga RAPBN-P 2015 dapat disahkan tepat waktu. Bambang menyadari bahwa waktu pembahasan ini sangat sempit.

"Kita harapkan memberi kesejahteraan lebih besar pada rakyat, kita bisa diselesaikan dan dibahas tentu keluar dengan hasil yang baik bagi kita semua," ujar Bambang.

Dipuji Ketua DPR

Ketua DPR Setya Novanto memuji keaktifan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang hari ini datang ke DPR. Bambang menyerahkan RAPBN-P 2015 sebelum masa persidangan tahun ini dimulai.

"Kita mengapresiasi sekali kepada Menteri Keuangan Pak Bambang yang biasanya menunggu tapi beliau pada hari ini menyerahkan APBNP 2015," kata Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Novanto mengatakan bahwa durasi pembahasan RAPBN-P 2015 sangat sempit. Oleh sebab itu, ia sangat menghargai Menkeu yang sigap.

"Waktu dalam APBN-P ini sangat pendek, begitu aktifnya beliau," puji Waketum Golkar hasil Munas Bali ini.

(imk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads