"Kita ada program bibit gratis. Sebanyak 25 kg dikali dengan 3 juta hektar. Itu yang gratis," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat dihubingi detikFinance, Sabtu (10/1/2015).
Sebagai tahap awal, di 2015 akan ada 750.000 kg bibit gratis yang akan disebar. Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan pendataan terhada kelompok-kelompok tani yang akan menjadi target pemberian benih cuma-cuma ini. Tujuannya agar bibit yang diberikan sampai ke tangan petani yang benar-benar membutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain benih gratis, pihaknya juga sudah mulai membagikan secara bertahap benih bersubsidi yang terdiri dari Padi, Jagung dan Beras. Ada sekitar 50.000 ton benih subsidi yang penyediaannya dilakukan melalui skema penunjukan langsung oleh BUMN, PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri.
Pihaknya juga telah menyalurkan sekitar 7.000 alat mesin pertanian alias alsintan berupa hand tractor yang dibagikan ke sejumlah kelompok tani di seluruh Indonesa, pada akhir tahun lalu.
"Seperti di Jawa Barat saya bersama Pak Jokowi sudah menyerahkan sekitar 1.000 unit. Juga beberapa daerah lainnya. Total yang sudah dibagikan 7.000-an unit dan itu dilakukan hanya dalam waktu 2 minggu," jelasnya.
Ke depan, jumlah alsintan yang akan dibagikan ada sekitar 61.000 unit. Untuk memnuhi kebutuhan dana terhadap semua program tersebut, pihaknya telah mendapat alokasi dari Anggaran Pendapatab dan Belanja Negara (APBN) 2015.
Sementara secara rinci ia belum mau membeberkannya karena masih haru menunggu APBN perubahan (APBNP) 2015 yang baru akan disahkan DPR dalam waktu dekat.
Untuk menjamin kepastian bantuan pemerintah ini tiba tepat sasaran, pihaknya bersama bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan akan melakukan pengawasan terhadap setiap proses penyaluran.
Pihaknya tak mau 'Kecolongan' dengan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencari celah untuk mengambil keuntungan dari upaya percepatan yang sedang dilakukan pemerintah.
(dna/hen)











































