Ada Tol Bakauheni-Tanjung Api Api, 7 Kawasan Ini Bakal Tumbuh Pesat

Ada Tol Bakauheni-Tanjung Api Api, 7 Kawasan Ini Bakal Tumbuh Pesat

- detikFinance
Senin, 12 Jan 2015 10:48 WIB
Ada Tol Bakauheni-Tanjung Api Api, 7 Kawasan Ini Bakal Tumbuh Pesat
foto:googlemap
Jakarta - Wilayah Selatan Sumatera dan sekitarnya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa sejalan dengan rencana percepatan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api Api (MBBPT) sepanjang 434 km.

Rencana tol yang menjadi bagian dari Trans Sumatera ini telah direvisi dengan panambahan panjang hingga 60 km dari Palembang-Tanjung Api Api.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan pembangunan infrastruktur jalan ini bakal memberi dampak signifikan terhadap munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Manfaatnya, berkembangnya kawasan ekonomi baru, terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera, pemerataan pembangunan tidak lagi hanya di terpusat di Pulau Jawa, terciptanya kesempatan kerja yang lebih luas. Dan yang pasti ada infrastruktur kawasan terpadu," papar Basuki saat ditemui di Ruang Kerjanya di Kantor PUPR, Jakarta, Senin (12/1/2015).

Ia merinci, sedikitnya ada 7 pusat pertumbuhan baru yang bakal terhubung dengan jaringan jalan tol Bakauheni-Tanjung Api-api ini. Sebanyak 7 pusat pertumbuhan baru itu antara lain Bakauheni, Babatan, Tegineneng, Terbanggi Besar, Pematang Panggang, Betung, dan Tanjung Api Api.

"Selain itu, pekerjaan ini juga akan meningkatkan konektivitas antar wilayah dan dapat mempercepat pengembangan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)," ujarnya.

PKN yang dimaksud terdiri dari Bandar Lampung dan Palembang, sementara pengembangan PKW yang dapat dipercepat dengan adanya fasilitas jalan tol ini terdiri dari Bakauheni, Metro, Kota Bumi, Menggala, Kayu Agung, Prabumulih, dan Indralaya.

Pertumbuhan kawasan-kawasan ini akan membuka jalan untuk pembangunan ekonomi lebih lanjut di luar Pulau Jawa yang selama ini sulit dicapai karena kurangnya ketersediaan infrastruktur jalan sebagai sarana penghubung antar wilayah.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads