"Sebanyak 13 bendungan itu kita perkirakan bakal butuh biaya Rp 11,866 triliun. Itu dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," ujar Basuki saat dijumpai di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Ia mengatakan, biaya tersebut hanya mencakup konstruksi di luar pembebasan lahan. Berikut rincian biaya konstruksi 13 bendungan yang bakal dibangun sepanjang 2015:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Bendungan Raknamo di Kupang (NTT), memiliki kapasitas 14,09 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 782,8 miliar.
- Bendungan Pidekso di Wonogiri (Jawa Tengah), memiliki kapasitas 27,15 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 469,59 miliar.
- Bendungan Logung di Kudus (Jawa Tengah), memiliki Kapasitas 20,15 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 641 miliar.
- Bendungan Lolak di Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), memiliki kapasitas 16,1 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 881,41 miliar.
- Bendungan Kuereto di Aceh, memiliki kapasitas 215,94 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 1,735 triliun.
- Bendungan Passaloreng di Wajo (Sulawesi Selatan), memiliki kapasitas 138 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 931,5 miliar.
- Bendungan Tanju di Dompu (NTB), memiliki kapasitas 18,27 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 330,26 miliar.
- Bendungan Mila di Dompu (NTB), memiliki kapasitas 6,75 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 198 miliar.
- Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat (NTB), memiliki kapasitas 65,84 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 1,11 triliun.
- Bendungan Kairan di Lebak (Banten), memiliki kapasitas 314,7 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 1,685 triliun.
- Bendungan Tapin di Tapin (Kalimantan Selatan), memiliki kapasitas 56,77 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 1,455 triliun.
- Bendungan Rotikold di Belu (NTT), memiliki kapasitas 2,79 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 443,68 miliar.
- Bendungan Telagawaja di Karangasem (Bali), memiliki kapasitas 13,68 meter kubik dengan biaya konstruksi Rp 1,19 triliun.











































