Pertemuan informal ini sebagai 'pemanasan' sebelum pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 (APBN-P 2015). Selain perkenalan, kedua belah pihak berdiskusi soal perekonomian negara.
Kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi yang mencabut subsidi BBM premium dan menerapkan skema subsidi tetap untuk BBM solar menjadi tema yang dibahas kedua pihak. Ketua Komisi XI DPR-RI Fadel Muhammad mendukung kebijakan tersebut sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghematan dari anggaran subsidi juga tepat dialokasikan untuk anggaran infrastruktur serta perlindungan sosial. Dua hal ini menjadi kebutuhan utama Indonesia yang sangat mendesak.
"Bagus sekali anggaran infrastrukturnya besar, subsidi dikurangi," katanya.
Mereka juga membahas soal penerimaan negara yang turun seperti turunnya penerimaan dari minyak dan gas bumi (migas) karena penurunan harga minyak dunia. Sehingga kondisi ini cukup menyulitkan pemerintah untuk menggenjot penerimaan negara lebih besar.
"Penerimaan menurun, pemerintah berusaha untuk lebih represif, takut terlalu ekspansif," jelas Fadel.
Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam lebih, para anggota DPR juga memberikan saran soal optimalisasi penerimaan pajak. "Ada saran kita mengenai otoritas pajak. Misalnya untuk dijadikan Badan Penerimaan Pajak," terangnya.
Selanjutnya, pembicaraan berikutnya akan dilakukan di Gedung DPR, termasuk dengan Badan Anggaran (Banggar) dan komisi-komisi terkait.
"Sekarang kan baru tukar pikiran saja dulu. Perkenalan dan mendengar pandangan umum dari pemerintah. Nanti kita bicarakan semuanya," kata Fadel.
(mkl/hen)











































