Makan Malam dengan Menkeu, Anggota DPR Dukung Subsidi Premium Dicabut

Makan Malam dengan Menkeu, Anggota DPR Dukung Subsidi Premium Dicabut

- detikFinance
Selasa, 13 Jan 2015 22:45 WIB
Makan Malam dengan Menkeu, Anggota DPR Dukung Subsidi Premium Dicabut
Jakarta - Agenda makan malam bersama antara Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dengan para anggota Komisi XI DPR-RI jadi ajang perkenalan kedua pihak.

Pertemuan informal ini sebagai 'pemanasan' sebelum pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 (APBN-P 2015). Selain perkenalan, kedua belah pihak berdiskusi soal perekonomian negara.

Kebijakan Pemerintahan Presiden Jokowi yang mencabut subsidi BBM premium dan menerapkan skema subsidi tetap untuk BBM solar menjadi tema yang dibahas kedua pihak. Ketua Komisi XI DPR-RI Fadel Muhammad mendukung kebijakan tersebut sepenuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita dukung, tidak masalah (subsidi BBM premium) dicabut. Sudah kejadian," kata Fadel saat meninggalkan Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/1/2015)

Penghematan dari anggaran subsidi juga tepat dialokasikan untuk anggaran infrastruktur serta perlindungan sosial. Dua hal ini menjadi kebutuhan utama Indonesia yang sangat mendesak.

"Bagus sekali anggaran infrastrukturnya besar, subsidi dikurangi," katanya.

Mereka juga membahas soal penerimaan negara yang turun seperti turunnya penerimaan dari minyak dan gas bumi (migas) karena penurunan harga minyak dunia. Sehingga kondisi ini cukup menyulitkan pemerintah untuk menggenjot penerimaan negara lebih besar.

"Penerimaan menurun, pemerintah berusaha untuk lebih represif, takut terlalu ekspansif," jelas Fadel.

Dalam diskusi yang berlangsung kurang lebih 2 jam lebih, para anggota DPR juga memberikan saran soal optimalisasi penerimaan pajak. "Ada saran kita mengenai otoritas pajak. Misalnya untuk dijadikan Badan Penerimaan Pajak," terangnya.

Selanjutnya, pembicaraan berikutnya akan dilakukan di Gedung DPR, termasuk dengan Badan Anggaran (Banggar) dan komisi-komisi terkait.

"Sekarang kan baru tukar pikiran saja dulu. Perkenalan dan mendengar pandangan umum dari pemerintah. Nanti kita bicarakan semuanya," kata Fadel.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads