Pimpinan sidang rapat pleno III, Alex Yahya Datuk sebelumnya menskors rapat pleno maksimal 1 jam, terhitung pada pukul 05.00 WIB pagi tadi, karena situasi rapat saat itu memanas saat banjir interupsi. Bahkan memancing salah satu anggota rapat melakukan tindakan anarkis.
Namun, hingga pukul 06.30 WIB, ruangan rapat masih sangat sepi. Anggota rapat yang memilih tinggal di ruangan setelah pimpinan rapat menskors, tampak tertidur pulas di kursi-kursi yang tak terisi. Sebagian besar lainnya memilih untuk meninggalkan ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama kurang lebih 35 menit melakukan rapat. Mereka beriringan keluar ruang rapat tertutup itu yang terletak persis di belakang podium atau panggung sidang. Sementara jajaran pimpinan sidang kembali naik ke podium dan mengetok palu tanda skors dicabut.
"Dengan ini skors kami cabut," ujar Alex di Munas HIPMI di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/1/2015).
Tak lama setelah ketokan palu tanda skors dicabut, Alex kembali menskors rapat. Namun kali ini tanpa ditentukan waktu yang jelas.
"Kami skors kembali, sampai waktu yang belum bisa kami tentukan. Nanti kami akan tentukan," ujar Alex.
Mendengar pengumuman tersebut, para anggota sidang yang hadir satu persatu meninggalkan ruang rapat, sementara para aparat keamanan yang ditugaskan berjaga-jaga sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang rapat.
Dengan wajah yang tampak lelah karena melakukan rapat hampir 24 jam, mereka menunjukkan wajah kecewa karena rapat ditunda hingga waktu yang tak ditentukan.
"Yaah, kenapa ditunda, langsung saja padahal. Kalau begini lama lagi," ujar salah seorang anggota rapat.
Rangkaian Munas HIPMI yang digelar di Bandung ini sudah dimulai sejak hari Sabtu (10/1/2015). Menurut jadwal, Selasa kemarin seharusnya sudah ditentukan siapa Ketua Umum HIPMI periode 2015-2018. Namun karena sidang berjalan alot dan banyak terjadi skorsing, maka hingga kini belum ada proses pemilihan Ketua Umum yang baru.
(zul/ang)











































