Hasil dari blusukannya, Amran menemukan sejumlah permasalahan yang perlu diselesaikan, untuk mencapai swasembada pangan. Di antaranya soal kesediaan pasokan dan distribusi benih padi.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan Indonesia akan berhenti impor beras dalam tiga tahun ke depan. Setelah itu dilanjutkan dengan swasembada jagung, gula, kedelai, dan daging.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, produksi benih padi secara total mencapai 1.500 ton per musim (6 bulan), sementara kebutuhannya mencapai sekitar 1.500-2.000 ton per musim.
"Ada MoU Asbenten (Asosiasi Perbenihan Banten) dengan Sang Hyang sebesar 500 ton tapi belum diserap semua, masih ada tunggakan 250 ton nilainya Rp 160 juta. Saya langsung telepon dari perusahaan agar segera melunasinya dalam jangka waktu dua minggu," kata Amran di depan Gubernur Banten, Wakil Bupati Banten, dan sejumlah jajaran pejabat Banten, di Kantor Pemerintah Provinsi Banten, Rabu (14/1/2015).
Menurutnya, benih padi merupakan salah satu komponen untuk bisa meningkatkan produksi beras Indonesia. Untuk itu, pasokan dan distribusi benih padi tidak boleh terlambat.
"Tidak boleh telat, benih padi itu masalah penting," kata dia.
Masalah lain, kata Amran, saluran irigasi Sungai Cipatuk yang rusak dan mengalami pendangkalan. Hal tersebut membuat lahan sawah seluas 8.500 hektar terendam banjir. Akibatnya, produksi padi terhambat.
"Irigasi ini penting. Tidak boleh ditunda-tunda, harus cepat," katanya.
Amran mengungkapkan, masalah irigasi ini menjadi permasalahan yang berlarut-larut. Menurut dia, sudah lebih dari 20 tahun saluran irigasi tidak dipelihara, sehingga menyebabkan 53% lahan sawah mengalami kerusakan.
"Kita harus segera hubungi Kepala Balai Besar dan pihak Kementerian Pekerjaan Umum, untuk segera melakukan pengerukan sungai. Februari harus selesai," tegas dia.
Masalah lain yang juga tak kalah penting adalah, soal ketersediaan pupuk. Setelah mengunjungi gudang pupuk milik PT Pusri di Kemang Pakupatan, Serang, pasokan pupuk di sana dinilai cukup.
"Kita minta pasokannya dijaga supaya jangan sampai ada kelangkaan," ucap dia.
Namun begitu, masih ada permasalah lain yaitu kekurangan tenaga penyuluh. Ini akan diantisipasi dengan bantuan tenaga TNI serta produksi pascapanen yang harus dipenuhi dengan teknologi.
"Semua masalah harus diselesaikan. Kami akan ikut bantu. Syaratnya Banten harus naikkan produksinya," tandas Amran.
(drk/dnl)











































