Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan beberapa pesan kepada para anak buahnya, misalnya agar tak boros dalam penggunaan anggaran. Meskipun Kementerian PUPR jadi kementerian yang anggarannya paling besar hingga Rp 118 triliun di 2015.
Permintaan Basuki ini langsung dibuktikan, misalnya saat mengumpulkan para pejabat PUPR dan dinas PU Kalimantan Barat (Kalbar), Basuki memilih menggunakan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, di Kota Pontianak, atau tak memakai ruangan hotel dan sejenisnya.
"Malam ini saya mau menyampaikan dorongan saya. Pertama Kita tidak boleh boros. Harus membatasi kegiatan di luar kantor. Setop pemborosan. Ke depan kita setop pemborosan," tegas Basuki di Kantor Dinas PU Kalbar, Pontianak, Rabu (14/1/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bisa kita lakukan sejak planning dan programing. Kita tahu program itu meliputi rencana dan rupiah. PU ini, sekarang ini kita diberi amanah tugas, ada Cipta Karya, Balai SDA dan Balai Jalan. Kementerian PU mendapat amanat Rp 118 triliun," katanya.
Selain penghematan, Basuki menekankan pesannya soal revolusi mental dan perbaikan birokrasi di tubuh Kementerian PUPR. Misalnya perubahan dalam mempermudah perizinan dan melayani masyarakat.
"Sederhananya adalah mengubah sikap dari birokrasi priyai menjadi birokrasi yang melayani," katanya.
Permasalahan lainnya, yang menjadi pesan Menteri Basuki adalah menghilangkan ego sektoral, bahkan Basuki mendorong anak buahnya agar tak gengsi dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
"Kalau saya, apapun saya akan lakukan kalau itu untuk memecahkan masalah. Kalau saya perlu datang sendiri saya akan datang sendiri. Jangan mentang-mentang saya menteri, ketemu menteri lain lewat dirjen," katanya.
Ia juga mendorong jajaran di bawahnya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan gubernur. "Jadi tolong teman-teman di balai, untuk meningkatkan koordinasi," katanya.
Permasalahan terakhir adalah soal kesadaran anak buahnya terkait pembinaan terhadap jasa konstruksi. Rencananya mulai tahun ini, proses pengerjaan oleh para jasa konstruksi akan disederhanakan, misalnya penyederhaan paket-paket sebuah proyek lebih ringkas dari sebelumnya.
"Sebagai aparat pekerjaan umum, jangan hanya sebagai pengguna jasa. Jangan lupa kita juga sebagai pembina jasa konstruksi. Jadi kita punya tanggung jawab membina jasa konstruksi," serunya.
Ditantang Anak Buah untuk Main Drum
Keterampilan Basuki dalam menabuh drum diketahui jajaran anak buahnya di Pontianak, Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan sekaligus ramah tamah yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat, panitia menyediakan satu set drum yang siap ditabuh oleh sang menteri.
"Kami ingin membuat Pak Menteri Basuki merasa muda lagi. Jadi nanti bapak akan kami minta untuk memukul-mukul drum menunjukkan kebolehan bapak," ujar pembawa acara.
Basuki memang dikenal sebagai sosok yang hobi bermain musik. Dalam beberapa kesempatan menteri berkumis putih ini terlihat unjuk kebolehan memainkan alat musik tabuh ini.
Seperti ketika bermain dengan grup musik legendaris Koes Plus. Basuki juga sempat bermain drum bersama grup T-Koes. Selain menabuh drum, Menteri Basuki juga mahir bermain gitar dan olah vokal.










































