Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini mengangkat direksi baru PT Angkasa Pura (AP) II. Pengangkatan 6 direksi baru operator bandara pelat merah ini telah memperoleh restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Untuk Dirut AP II, keputusan ada di Pak Presiden. Pak Presiden sudah putuskan kemudian kami lakukan RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa)," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).
Awalnya Rini mengusulkan 3 nama kepada Jokowi. Dari 3 kandidiat yang diajukan, akhirnya Jokowi menyetujui nama Budi Karya Sumadi sebagai kandidat yang pantas menduduki posisi nomor satu di AP II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya memperoleh restu Presiden, Rini mengaku pihaknya juga berkonsultasi dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan selaku regulator transportasi.
"Saya dengan Pak Jonan bersama-sama godok nama. Karena Kementerian Perhubungan merupakan kementerian teknis terkait," jelasnya.
Alasan Rini Ajukan Budi Karya
Budi yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut BUMD DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo, ini diangkat menggantikan Tri Sunoko. Rini sendiri punya alasan di balik penunjukan Budi yang tidak memiliki latar belakang di bidang kebandarudaraan.
Rini lebih mengedepankan rekam jejak kepemimpinan dan integritas selama menjadi profesional.
"Kita dalam melakukan assessment talent pool untuk pemimpin perusahaan, kita lihat track record dan integritas. Kemudian kemampuan berinovasi dan track record kepemimpinannya," kata Rini.
Kemampuan teknis, kata Rini, bisa dipelajari. Paling utama ialah pengalaman di dalam memimpin perusahaan harus menunjukkan rekam jejak yang baik.
"Teknis dapat dikuasai kalau orang yang penting track record kepemimpinan dan integritas," ujarnya. (feb/ang)










































