Warga Perbatasan Lebih Senang Belanja ke Malaysia, Ini Penyebabnya

Warga Perbatasan Lebih Senang Belanja ke Malaysia, Ini Penyebabnya

- detikFinance
Kamis, 15 Jan 2015 19:08 WIB
Warga Perbatasan Lebih Senang Belanja ke Malaysia, Ini Penyebabnya
Sanggau - Akses jalan yang rusak dan sulit membuat warga Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan dengan wilayah Serawak, Malaysia lebih senang berbelanja kebutuhan sehari-hari ke negeri jiran tersebut.

Para pedagang di kawasan Tayan, Sanggau, Kalbar lebih memilih menjual makanan kemasan produk buatan Malaysia. Mereka membeli barang dagangannya dengan menyeberang ke negara tetangga, lalu menjualnya di dalam negeri.

Pantauan detikFinance di sebuah toko di kawasan perbatasan seperti produk cokelat, cokelat bubuk, sereal, biskuit, susu bubuk dan berbagai produk lainnya dijual bebas.

Sebagian besar merupakan jenis makanan sering dijumpai di Indonesia seperti Milo dan cokelat Cadbury, namun bila diperhatikan lebih seksama tampak alamat produksi yang tertera adalah tempat-tempat yang berada di Malaysia.

Peredaran produk-produk Malaysia ke Indonesia lewat jalur darat di perbatasan menjadi‎ pemandangan lumrah yang biasa ditemui di perbatasan.‎

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasli seorang pedagang menceritakan, harga yang lebih murah menjadi alasan mengapa dirinya lebih senang mengambil barang dari Malaysia daripada Indonesia.

"Kalau dari Indonesia kita datangkan barang mahal di angkutan. Sudah begitu jalannya jelek barang sampai ke kita banyak yang sudah rusak. Jadi lebih baik kita datangkan dari Malaysia saja," ujar Rasli.

‎Sementara itu, Yayat warga perbatasan sempat menceritakan alasannya mengapa produk Malaysia lebih digemari ketimbang produk asal Indonesia.

"Misalnya Milo (cokelat bubuk), yang dari Malaysia itu lebih berasa. Kalau yang dari Indonesia rasanya kurang mantap," tuturnya.

Merespons kondisi ini, maka fokus pemerintahan Presiden Jokowi adalah mempercepat pembangunan dan peningkatan akses ke wilayah perbatasan termasuk di Kalimantan.

"Langkah ini bisa meningkatkan konektivitas sekaligus membuat perdagangan antara kita dan Malaysia bisa lebih seimbang," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Djoko Murjanto.‎

(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads