BUMN operator bandara ini rencananya akan diberikan suntikan dana segar Rp 3 triliun. Dana ini akan dipakai untuk membiayai pembangunan dan pembebasan lahan runway ke-3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Tidak hanya itu, dana segar tersebut bakal dipakai membangun cross taxiway yang menghubungkan antara 2 runway di Bandara Soetta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pembangunan runway dan cross taxiway, Kementerian BUMN perlu membawanya ke Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Itu juga tergantung persetujuan DPR," sebutnya.
Di tempat yang sama, Direktur AP II yang baru Djoko Murjatmodjo menjelaskan, pihaknya akan mendata terlebih dahulu program pengembangan Bandara Soetta. Kajian dilakukan untuk menentukan kebutuhan dana membangun runway ke-3 dan cross taxiway, guna meningkatkan frekuensi lepas landas (take off) dan mendarat (landing) pesawat di Bandara Soetta.
"Kita akan cari dahulu data yang akurat. Kita identifikasi masalah tanah agar informasi ke teman-teman media lebih akurat. Sekarang kan kita baru dilantik," sebutnya.
(feb/dnl)











































