Pasca Blusukan, Menteri PU akan Rombak Pos Perbatasan Hingga Cor Jalan 34 Km

Pasca Blusukan, Menteri PU akan Rombak Pos Perbatasan Hingga Cor Jalan 34 Km

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2015 07:45 WIB
Pasca Blusukan, Menteri PU akan Rombak Pos Perbatasan Hingga Cor Jalan 34 Km
Entikong - Pembangunan infrastruktur Kawasan perbatasan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Serawak Malaysia salah satu yang menjadi perhatian Pemerintahan Presiden Jokowi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah berkonsentrasi memecahkan masalah keterbelakangan pembangunan infrastruktur termasuk jalan antara Pontianak ke Entikong, Sanggau, Kalbar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyiapkan pembangunan infrastruktur di perbatasan seperti pembangunan jalan hingga perbaikan pos perbatasan, pasca melakukan blusukan ke kawasan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu perencanaan yang telah matang dan siap dilakukan pekerjaan fisiknya adalah peningkatan kualitas dan kapasitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.β€Ž Rencananya pengerjaan fisik dimulai tahun ini.

Direktur Pengembangan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Hadi Sucahyono menjelaskan, ada sejumlah pekerjaan berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur perbatasan.

Pekerjaan pertama adalah penataan ulang bangunan-bangunan yang terdapat di PLBN Entikong, Sanggau, Kalbar. Dari mulai area parkir, area pemeriksaan kesehatan hingga Bea Cukai, fasilitas ibadah dan pemukiman petugas perbatasan.

Setelah posisi bangunan-bangunan ini di tata ulang, pekerjaan berikutnya adalah melakukan pengerjaan fisik bangunan dengan desain yang baru.

Bangunan pertama yang akan dikerjakan adalah Bangunan Pos Lintas Batas yang merupakan bangunan utama dalam komplek PLBN ini. "Akan dibuat lebih modern dan lebih luas dari yang sekarang," jelas Hadi di Entikong, Kamis (15/1/2015).

Di sisi timur bangunan ini akan dilakukan peningkatan kapasitas Gedung Pemeriksaan. Bangunan ketiga yang terletak di sisi timur adalah gedung barang sita.

"Jadi nanti kalau ada barang-barang yang perlu ditahan, kita punya ruangannya untuk menyimpan. Tidak seperti sekarang kita nggak bisa simpan barang yang seharusnya tidak boleh masuk," katanya.β€Ž

Selanjutnya adalah renovasi bangunan masjid dan menata ulang area kantin di sisi timur bangunan utama hingga pembangunan kawasan hunian bertingkat untuk petugas perbatasan yang terdiri dari anggota TNI/Polri hingga petugas medis dan bea cukai di sisi selatannya.

Untuk merealisasikan perbaikan dan peningkatan kapasitas kawasan pos lintas batas Entikong ini, pemerintah di tahun 2015 akan menggelontorkan dana sebesar Rp β€Ž305 miliar yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pembangunan kawasan PLBN Entikong ini bersamaan dengan pengerjaan infrastruktur lain seperti jalan akases yang menuju langsung ke perbatasan.β€Ž

Untuk yang akses jalan perbatasan di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Ada 3 yang utama yang akan dikerjakan yaitu Sajingan-Aruk, Balai Karangan-Entikong dan Nanga Badau- Batas Serawak. Dengan total panjang jalan yang akan dikerjakan untuk tiga ruas tersebut adalah 34 km.

"Kalau yang jalan 3 ruas itu ada Rp 1,1 triliun dananya. Dari APBN juga hanya saja alokasinya masuk ke Dirjen Bina Marga yang punya tugas menangani jalan di Kementerian PUPR," jelasnya.

Untuk pengerjaan fisik semuanya akan dimulai tahun ini diperkirakan sekitar bulan Mei dengan lama pengerjaan 2-3 tahun.

"Kita sedang proses untuk segera lelang kontraktor. Dananya Full APBN jadi nggak perlu cari investor lagi tinggal cari kontraktor yang akan mengerjakan. Semuanya itu akan kita kerjakan serentak. Harapannya 2-3 tahun selesai sesuai arahan Pak Menteri," pungkasnya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads