PR untuk Jokowi, Jalan di Perbatasan RI-Malaysia Banyak Terputus dan Berlumpur

PR untuk Jokowi, Jalan di Perbatasan RI-Malaysia Banyak Terputus dan Berlumpur

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2015 16:04 WIB
PR untuk Jokowi, Jalan di Perbatasan RI-Malaysia Banyak Terputus dan Berlumpur
Sanggau -

Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih banyak tersisa terkait pembangunan akses jalan di perbatasan Kalimantan dan Malaysia.

Misalnya dari ratusan kilometer (Km) jalan paralel antara Kalimantan Barat dan Timur dengan Malaysia hanya beberapa puluh Km yang sudah beraspal, sedangkan sisanya berbentuk tanah bahkan berlumpur sehingga sulit dilewati kendaraan.

Tahun ini, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih fokus membenahi jalan akses ke perbatasan Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) yaitu perbaikan jalan sepanjang 34 Km jalan menuju langsung ke perbatasan. Proyek ini dimulai April 2015, ditargetkan tuntas tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruas jalan yang diperbaiki sepanjang 34 Km, terbagi menjadi 3 titik yakni β€Žruas Sajingan-Aruk sepanjang 11,6 km, Balai Karangan-Entikong sepanjang 19,2 km dan Nanga Badu-Batas Serawak sepanjang 3,8 km.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Kementerian PUPR Tirtanadiβ€Ž β€Žmenjelaskan, jalan paralel akan dibangun sejajar sepanjang garis perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Jalan ini dibangun sebagai jalan penghubung jalur-jalur atau akses yang menuju langsung ke perbatasan, sehingga jalan perbatasan akan saling terkoneksi.

"Karena jalur-jalur yang akses-akses ke perbatasan itu kan terpisah-pisah. Jadi nanti penghubungnya ada yang namanya jalan paralel," jelas Tirtanadi saat dijumpai di Pos Lintas Batas Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (16/1/2015).

Ia menjelaskan, jalan paralel ini bukanlah jalan yang benar-benar baru dibangun, namun sudah ada sebelumnya. Kondisi jalur-jalur paralel belum sepenuhnya terhubung satu ruas dengan ruas lainnya. Selain itu, jalur paralel tersebut belum sepenuhnya berbentuk jalan beraspal, umumnya masih berbentuk jalur tanah.
β€Ž
Rencana pemerintah untuk ruas jalan paralel yang akan dibangun antara lain Temanjuk-Entikong sepanjang 252,83 km. Saat ini sudah tersambung 102 km dengan panjang ruas yang beraspal baru 12 km. Target pembangunan tambahan adalah 94 km dan mengaspal 20 km.β€Ž

Kemudian adalah Entikong-Nanga Badau sepanjang 242,8 km. Saat ini telah tersambung jalan sepanjang 41 km tanpa aspal sama sekali dan terputus 201 km. Target pembangunan sepanjang 68 km dan mengaspal 18 km.

Berikutnya adalah Nanga Badau-Batas Kalimantan Timur/Barat sepanjang 275,76 km. Saat ini baru tersambung 203 km dengan 166 km-nya beraspal dan 72 km belum tersambung. Target pembangunan adalah pelebaran jalan yang sudah ada.β€Ž

"Nantinya jalan paralel itu tidak selebar yang jalan akses. Ini cukup dua jalur saja tapi lebarnya distandarisasi 2 meter bahu jalan, 7 meter badan jalan dan 2 meter bahu jalan lagi," jelasnya.

Untuk jalur-jalur yang masih terputus, pihaknya sedang berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait. "Di pusat Pak Menteri berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan karena ada jalaur yang lewat hutan di situ. Kemudian untuk teknis pembebasan nanti kita kerja sama dengan TNI," tuturnya.

Pembangunan jalan rencananya akan sejalan dengan rencana pembangunan jalan akses perbatasan. Namun penyelesaiannya akan lebih panjang dengan anggaran tahun jamak.

"Kalau yang akses perbatasan kan 1 tahun anggaran cepat hanya 34 km. Tapi kalau yang paralel kan ada ratusan km di sana jadi butuh waktu multiyears," katanya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads