Blusukan ke Penyalur PRT, Menteri Hanif 'Diserbu' Babysitter

Blusukan ke Penyalur PRT, Menteri Hanif 'Diserbu' Babysitter

- detikFinance
Minggu, 18 Jan 2015 16:15 WIB
Blusukan ke Penyalur PRT, Menteri Hanif Diserbu Babysitter
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berkunjung ke salah satu tempat yayasan penyalur Pekerja Rumah Tangga (PRT) di kawasan Puri Mutiara, Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (18/1/2015).

Menggunakan mobil dinasnya, Hanif datang sekitar pukul 14.00 WIB. Menggunakan kemeja putih, celana panjang hitam, dan sepatu hitam, Hanif langsung masuk menghampiri pemilik Penampungan Bugito dan yang biasa dipanggil Bu Gito.

Pertanyaan pertama yang muncul dari Hanif adalah, "Ada izinnya nggak ini tempat," tanya Hanif. Lalu dijawab oleh Bu Gito, "Ada pak ini," sambil menyodorkan surat izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanif pun langsung menuju tempat pelatihan PRT dan babysitter. Ia sempat menanyakan kondisi para PRT dan babysitter selama di penampungan.

"Senang nggak di sini? Jawab jujur ya nggak boleh bohong, saya ingin memastikan ibu-ibu dapat pendidikan baik, ditempatkan baik, nggak ada masalah di sini," tanya Hanif kepada sekitar 20 PRT dan babysitter di lokasi.

Saat menyapa para PRT dan baby sitter, Hanif 'diserbu' para PRT dan Babysitter yang mengajak foto bareng. "Pak boleh foto nggak saya?," tanya salah seorang babysitter.

"Sini-sini ayo foto bareng," kata Hanif.

Selesai berfoto ria, Hanif pun berkeliling menengok kondisi penampungan di perusahaan penyalur PRT Bu Gito. Ruangan pertama yang dilihat adalah tempat tidur. Seluruh penghuni penampungan tidur di satu tempat yang sama. Beralaskan kayu dan tripleks dengan gelaran tikar seadanya.

"Ini semuanya di sini," tanya Hanif.

"Iya, Pak," jawab Bu Gito.

Tempat lain yang disambangi adalah kamar mandi dan dapur, kondisinya serupa, apa adanya. Setelah kunjungan selesai. Hanif mengungkapkan, kondisi penampungan di Yayasan Bugito jauh dari standar alias tidak layak.

"Begitu kita sidak seperti ini kondisinya, bagaimana kamar mandi, tempat tidur, tempat makan, yang dianggap maju saja begini, perlu tindakan lebih lanjut, gimana yang belum maju, ini kurang layak, tidak layak," jelasnya.

(drk/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads