Dalam jawaban yang dilontarkan, ia menegaskan kerjasama tersebut bukan barang baru, sehingga menurutnya tidak perlu diributkan.
"Kita sudah pernah ada kerjasama sebelumnya. Itu sudah ada buktinya seluas 2.400 hektar berhasil. Ada pertambahan nilai di sana. Dari hasilnya tadi cuma 6 ton sekarang sudah 9 ton," ujar Amran dalam Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi IV di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan sedang dalam masa moratorium PNS. Sementara ada tenaga Babinsa yang bisa membantu, jadi kenapa tidak kita optimalkan tenaga yang ada," jelas dia.
Amran menjelaskan lagi, Babinsa bukanlah satu-satunya tenaga yang diminta bantuan sebagai tenaga penyuluh. Kementan juga memberdayakan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, untuk turut ambil bagian dalam penyuluhan terhadap petani.
"Kita rekrut ada lima ribu orang. Tim Kementan juga kita optimalkan jadi memang semua potensi dari bangsa ini akan dimanfaatkan," pungkas dia.
(dna/dnl)











































