Celana Pendek dan Baju Kotak-kotak Bob Sadino di Mata Sahabat

Celana Pendek dan Baju Kotak-kotak Bob Sadino di Mata Sahabat

- detikFinance
Senin, 19 Jan 2015 22:45 WIB
Celana Pendek dan Baju Kotak-kotak Bob Sadino di Mata Sahabat
Jakarta - Pengusaha senior Bob Sadino dikenal juga sebagai tenaga penjual atau marketing yang ulung, bahkan ia punya prinsip segala hal yang ada di bawah langit bisa dijual atau dipasarkan.

Namun siapa sangka, penampilan khas dan nyentrik bercelana pendek plus berkemeja kotak-kotak ada prinsip dasar marketing yang ia terapkan, yaitu branding diri.

Hal ini disampaikan oleh sahabat Bob, seorang penulis dan pakar kuliner yaitu Bondan Winarno yang malam ini datang ke lokasi rumah duka, di Cirendeu, Tangerang Selatan. Bondan yang memakai baju hitam celana hitam, menceritakan soal awal pertama kali kenal dengan Bob sejak tahun 1980-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, ia mengenal Bob sudah mengenakan celana pendek khasnya, plus kemeja kotak-kotak. Bob sempat menceritakan soal alasannya memakai celana pendek, yaitu terkait dengan 'ilmu' marketingnya.

"Waktu itu, Om Bob sudah pakai celana pendek, tapi memang ada maksudnya, itu branding-nya beliau, dia suka. Dia ingin dikenal sebagai sosok yang sekarang, pakai celana pendek dan kemeja kotak-kotak," kenang Bondan kepada detikFinance, Senin (19/1/2015)

Bondan menuturkan, sosok Bob merupakan pribadi yang jenaka dan terbuka terhadap siapa saja. Banyak pemikiran dan tindakannya yang sederhana tanpa harus berpikir rumit termasuk soal menjalankan bisnis dan menjual sebuah produk. Ia sempat bergabung dalam sebuah klub marketing bersama Bob Sadino.

"Pada saat itu (1980-an) marketing itu hal baru, setiap satu bulan sekali, kumpul, Om Bob menularkan ilmunya, dia menyebut saya selalu sebagai spiritual partner, kita selalu berbagi, bagaimana memasarkan sebuah produk," katanya

Di tempat yang sama, William Wirjaatmadja Wongso yang juga sahabat Bob menceritakan pengalamannya. Wiliam yang memakai batik merah bata bercelana hitam datang bersama dengan Bondan.

"Saya kenal Om Bob sekitar 1973, yang membuat saya terkesan, orangnya sangat terbuka terhadap peluang. Menurutnya apapun yang menjadi peluang pasar bagus tertarik untuk memasarkan, pokoknya semua yang ada di bawah langit bisa dijual, itu prinsip beliau," katanya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads