Top Blown Rotary Converter atau yang biasa disebut TBRC merupakan sebuah alat yang bisa memproses anode slime, tembaga yang mengandung kadar emas, perak, platinum, selenium, dan logam berharga lain. Cara kerja alat ini sederhananya seperti alat peleburan dengan suhu yang panas, sehingga anode slime bisa diolah menjadi produk turunan logam berharga tadi.
Ada beberapa teknologi sejenis di Indonesia, tapi Antam mengklaim teknologi TBRC yang dimilikinya adalah teknologi terbaru dan lebih canggih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antam sendiri sudah memiliki berniat memiliki fasilitas ini sejak 2008. Namun baru terealisasi pada akhir 2013 dan dioperasikan tahun ini.
Dengan adanya fasilitas ini, Antam bisa menggenjot produksi emas, perak, platinum, dan logam berharga lainnya. Bahan baku berupa anode slime didapatkan Antam dari PT Smelting Gresik melalui MoU yang sudah ditandatangani.
Di tahap awal, Antam bakal mengolah 500 ton anode slime menjadi 5 ton emas dalam 1 tahun, dengan asumsi setiap 1 ton anode slime berkadar emas 1%.
Selain bisa menggenjot produksi, Antam juga berperan dalam penerapan UU Minerba mengenai pelarangan ekspor bahan tambang mentah. Karena sebelum adanya fasilitas peleburan ini, anode slime yang diproduksi oleh PT Smelting Gresik selalu diekspor ke Jepang.
Ke depannya, Antam bakal memproses anode slime sebanyak 2.000 ton. Berarti, dengan pengolahan anode slime sebanyak itu, Antam bisa menggenjot produksi emas hingga 20 ton per tahun. Cukup signifikan untuk produksi perseroan.
(zul/hds)










































