Kenaikan Peringkat Utang Positif Bagi Penerbitan Obligasi RI
Jumat, 28 Jan 2005 15:15 WIB
Jakarta - BI memperkirakan perbaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat seperti Fitch akan berdampak positif pada perkembangan ekonomi Indonesia terutama terkait penerbitan obligasi dan penguatan Rupiah. "Sudah jelas itu memberikan dampak yang positif untuk perkembangan ekonomi kita baik bagi penerbitan obligasi maupun kurs," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/1/2005). Menurut Aslim, BI melihat bahwa nilai tukar Rupiah yang saat ini di kisaran Rp 9.000 per dolar AS masih under value, dimana ada ruang yang sangat besar untuk menguat di bawah Rp 9.000 per dolar AS. Bahkan, lanjut Aslim, sejumlah analis luar negeri memperkirakan Rupiah tahun ini bisa menguat ke level Rp 8.500 per dolar AS."Kalau kita baca dari prediksi analis luar negeri, mereka bahkan lebih berani dari kita. Targetnya sampai Rp 8.500 untuk tahun ini. Kalau kita targetnya dibawah Rp 9.000," kata Aslim.Ia menambahkan, dengan kenaikan peringkat ini, maka arah Indonesia untuk mencapai investment grade yakni BBB- akan segera tercapai. Apalagi terdapat komitmen dari pemerintah yang sangat kuat untuk menurunkan stok utang. Menurutnya, pandangan investor luar negeri juga cukup positif yang menandakan country risk sudah sangat berkurang.
(qom/)










































