Sahut-sahutan Menteri Susi dan Anton Sihombing di Rapat Banggar DPR

Sahut-sahutan Menteri Susi dan Anton Sihombing di Rapat Banggar DPR

- detikFinance
Rabu, 21 Jan 2015 22:56 WIB
Sahut-sahutan Menteri Susi dan Anton Sihombing di Rapat Banggar DPR
Jakarta - Hari ini mungkin pertama kalinya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan rapat tatap muka dengan DPR. Kali pertama ini dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR terkait perumusan Rancangan APBN Perubahan (APBN-P) 2015.

Rapat berjalan cukup seru. Susi yang memang tengah populer memberantas pencurian ikan (illegal fishing) jadi sorotan dalam rapat tersebut.

Selain Susi, hadir dalam rapat Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada rapat itu, Susi mendapatkan kesempatan memaparkan program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2015-2019. Fokus Susi jelas memberantas illegal fishing dan meningkatkan pendapatan dari sektor perikanan.

Di sela-sela rapat tersebut, terdengar celetukan soal Susi sebagai calon presiden.

"Menteri KKP ini sepertinya sangat populer, semua kegiatannya terekspos. Saya salut. Kalau nanti ada pemilihan presiden, saya yang pertama mencalonkan Ibu jadi presiden," sindir Anton Sihombing, anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar dalam rapat yang dilakukan di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/1/2015).

Anton menyebutkan beragam kebijakan yang dikeluarkan oleh Susi sangat luar biasa. Seperti pemberantasan illegal fishing, hingga peningkatan kesejahteraan nelayan.

"Meskipun banyak juga yang kemudian mempertanyakan kebijakan yang Ibu keluarkan. Contohnya seperti yang dilaporkan asosiasi nelayan ke Komisi IV. Itu juga harus diperhatikan bagaimana solusinya," jelas Anton.

Beberapa saat dalam rapat ini, Susi menyebut nama Anton saat dirinya menjelaskan soal pengusaha-pengusaha pemilik ikan.

Ini berawal saat Susi mengatakan, kecurigaannya kepada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan di Indonesia yang berjumlah hanya Rp 300 miliar/tahun. Padahal laut Indonesia luas, dan ikan yang diambil banyak.

Untuk meningkatkan PNBP ini, Susi bercerita, dirinya sudah mengundang sekitar 100 pengusaha sektor perikanan untuk berdialog.

Susi juga menyebutkan adanya anggota DPR hingga mantan direktur jenderal (Dirjen) yang memiliki perusahaan kapal ikan.

"Semua perusahaan di bidang perkapalan itu datang dari anggota DPR, bekas dirjen, Pak Yorris, kawan Pak Anton Sihombing, Tomy," ungkap Susi. Namun Susi tak menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa anggota DPR, bekas dirjen, Yorris, hingga Tomy yang dimaksudnya.

Sahut-sahutan ini sempat membuat rapat sedikit tegang. Tak hanya Susi yang hadir, ada sejumlah menteri bidang ekonomi lainnya.

Blak-blakan Susi ini membuat, Anton Sihombing terlihat marah besar. Namun Susi kembali memberikan respons balik kepada Anton.

(dnl/asy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads