Hal itu terlihat dalam rapat antara Susi, pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Astuin. Edi melontarkan kritik terhadap salah satu kebijakan Susi.
"Tunggu dulu, Bu. Kita ekspor tuna fresh butuh kecepatan. Dengan larangan transhipment (bongkar muat di tengah laut), tolong carikan solusi ke kami," kata Edi di Gedung Mina Bahari I, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (22/01/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar jawab Susi yang pendek, Edi merasa kurang puas. Dia kemudian bertanya kembali dengan nada tinggi.
"Justru dari fishing ground ini ke port tidak efisien. Kami biasa menitip dan bawa ke darat," katanya.
Lagi-lagi Susi menjawab dengan nada sindiran. "Kalau ke darat, it's okay," jawab Susi singkat.
Kembali tidak puas mendengar jawaban Susi, Edi pun berdiri. Parlindungan Purba, Ketua Komite II DPD, kemudian mencoba meredakan suasana.
"Mohon maaf, Ibu ada acara lagi," katanya.
(wij/hds)










































