Sahut-sahutan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan pengusaha kembali terjadi. Setelah dengan pengusaha ikan tuna, Susi pun 'berbalas pantun' dengan pengusaha kepiting.
Demikian diungkapkan Susi di depan para pelaku usaha perusahaan leasing di bawah Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) di Sasono Mulyo Ballroom, Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (22/1/2015).
Susi menceritakan, sahut-sahutan dengan pengusaha kepiting terjadi pagi ini di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pagi ini, sejumlah pengusaha perikanan dan Dewan Perwakilan Daerah memang mengadakan pertemuan dengannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengusaha kepiting, lanjut Susi, protes dengan kebijakan pelarangan menangkap kepiting dan rajungan yang sedang bertelur. Debat pun tidak terhindarkan.
"Tadi saya berdebat dengan pembiak kepiting rajungan," ujar Susi. Berikut debat di antara mereka seperti yang dituturkan Susi:
Susi: Rajungan dari mana?
Pengusaha: Dari induk.
Susi: Induk dari mana?
Pengusaha: Dari bibit.
Susi: Bibit dari mana?
Pengusaha: Dari alam.
Susi: Alam dari mana?
Pengusaha: ... (tidak menjawab).
"Mereka nggak bisa jawab. Ketahuan kan? Kita nggak bisa produksi bibit yang dibuat dari tepung dicampur telur kan? Nggak bisa kan?" tegas Susi yang disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.
Oleh karena itu, Susi kembali menggarisbawahi bahwa kebijakan yang ditempuhnya bertujuan untuk melestarikan alam. Dengan pendekatan tersebut, maka usaha perikanan dan kelautan bisa lebih lestari dan bertahan dalam jangka panjang.
"Kita nggak bisa produksi bibit pakai tepung. Makanya yang ada di alam itu harus dilestarikan," kata Susi.
(hds/hen)











































