"IMF baru saja mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,8%. Sinyalnya jelas, ekonomi global diperkirakan tidak secerah sebelumnya," ungkap Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Kamis (21/1/2015).
Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEC), lanjut Bambang, diperkirakan hanya AS yang bisa mengambil manfaat dari perekonomian global pada tahun ini. Pasalnya, AS akan menerima aliran investasi kala bank sentralnya menaikkan suku bunga. Artinya, negara-negara lain akan mengalami hal yang sebaliknya yaitu keluarnya arus modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bambang optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 5,5-5,8% pada tahun ini. Lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2014, yang diperkirakan dalam kisaran 5-5,1%.
"Kita perkirakan 5,5-5,8%. Optimisme harus tetap terlihat dan realitas forecast harus tetap menjadi perhatian," kata Bambang.
Kenaikan pertumbuhan ekonomi, tambah Bambang, akan didorong oleh belanja pemerintah. Tahun ini, pemerintah punya ruang fiskal mencapai Rp 230 triliun hasil dari pengalihan subsidi. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
(mkl/hds)










































