"Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), biaya logistik itu 23% dari harga barang. Jadi misalnya harga barang Rp 100, berarti yang Rp 23 itu biaya logistik," kata Jonan di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/1/2015).
Padahal di negara-negara maju, lanjut Jonan, biaya logistik hanya 1 digit. "Di sana rata-rata 7-9%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin Pelindo I-IV membantu menurunkan biaya logistik. Ini sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Jonan memberi contoh untuk pelayaran di Indonesia Timur dan Tengah harus dibuat jadwal yang rutin. "Perlu ada angkutan ferry berjadwal. Jadi orang tahu kapan kapal datang dan pergi," tuturnya.
Sebelumnya, Jonan sempat menyindir pelayaran di Indonesia Timur dan Tengah seperti Metro Mini. Pasalnya, kapal baru berangkat saat muatannya sudah penuh.
"Semua di wilayah timur dan tengah Indonesia, apalagi di pulau terpencil, harga gila-gilaan. Ini karena nggak tahu kapan kapal datang. Semua kapal nunggu seperti Metro Mini, nggak penuh, nggak berangkat," ungkap Jonan dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, Rabu (21/1/2015).
(hds/ang)










































