Rapat yang dilakukan oleh Komisi XI DPR bersama pemerintah dan Bank Indonesia (BI) ini dimulai sekitar pukul 20.30 WIB.
Dari pemerintah, hadir Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin. Dari BI, hadir Gubernur BI Agus Martowardojo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 39 anggota Komisi XI dari 10 fraksi yang hadir dalam rapat tersebut. Rapat ini merupakan kelanjutan rapat pekan lalu, yaitu soal indikator makro dan pembangunan.
Seperti diketahui, dalam RAPBN-P 2015, pemerintah mengusulkan perubahan asumsi makro sebagai berikut:
- Pertumbuhan ekonomi 5,8%.
- Inflasi 5%.
- Nilai tukar Rp 12.200/US$.
- Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 6,2%
- Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 70/barel.
- Lifting minyak 849.000 barel/hari.
- Lifting gas 1,12 juta barel setara minyak/hari.
- Pertumbuhan ekonomi 5,8%.
- Inflasi 4,4%.
- Nilai tukar Rp 11.900/US$.
- Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan 6%.
- Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 105/barel.
- Lifting minyak 900.000 barel/hari.
- Lifting gas 1,25 juta barel setara minyak/hari.
(dnl/hen)










































