RI Perlu Tata Sistem Hukum Agar Bisa Menarik Investor

RI Perlu Tata Sistem Hukum Agar Bisa Menarik Investor

- detikFinance
Selasa, 27 Jan 2015 10:20 WIB
RI Perlu Tata Sistem Hukum Agar Bisa Menarik Investor
Jakarta - Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan dalam membangun perekonomian. Faktor global seperti rencana kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) akan membuat perekonomian Indonesia tertekan. Sementara dari dalam negeri, sistem hukum masih perlu diperkuat.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin di acara Mandiri Investment Forum 2015 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

"Tantangan ekonomi Indonesia adalah sistem hukum kita, reformasi, kebijakan ekonomi daerah, yuridiksi, untuk investor menanamkan modalnya di sini. Mudah-mudahan dengan menteri yang baru bisa mengatasi hal ini," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan, 2014 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Indonesia. Selain imbas dari dinamika ekonomi global, keriuhan Pemilu membuat pelaku pasar menahan diri untuk melakukan investasi.

"2014 adala htahun kekalahan bagi kita juga negara-negara lainnya akibat kebijakan normalisasi AS. Kita merasakan kenaikan harga minyak dan lainnya. Tahun lalu ada pilpres, presiden kita yang baru dari rezim yang berbeda, di mana terjadi turbulensi," jelas dia.

Namun begitu, Budi menyebutkan, tahun ini diperkirakan perekonomian Indonesia bisa bertumbuh dengan baik. Terpilihnya presiden baru dengan mengusung konsep infrastruktur yang berkesinambungan akan mendorong investor ikut berpartisipasi menanamkan modalnya di Indonesia.

"Presiden ingin membangun pembangkit listrik 35.000 MW, itu butuh jutaan dolar. Pelabuhan butuh jutaan dolar, bandara juga. Ini membutuhkan pembiayaan perbankan dan dari sektor swasta. Ini peluang di mana Anda bisa investasi di sini," kata Budi.

Hadir dalam acara ini adalah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, eks Gubenur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, perwakilan dari Barclays antara lain Profesor Ekonomi Universitas Manchester Jim O’Neill (pencetus BRIC), Group CEO Bank Mandiri Budi G Sadikin, Director Finance & Strategy Mandiri Pahala Mansury, Executive Director Mandiri Institute Destry Damayanti, serta Managing Director Barclays David Fernandes.

Direncanakan hadir adalah Gubernur BI Agus Martowardojo, Staf Ahli Menteri ESDM Agus Budi Wahjono, Irman Boyle dari IIF, Ahli Demografi Universitas Indonesia Suahasil Nazara, Country Head Google Rudy Ramawy, Mckinsey Indonesia Guillaume de Gantes, GDP Venture Danny Oei, dan CEO XL Hasnul Suhaemy.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads