"Sepertinya dia menonjol. Terutama dengan kebijakan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang diambil," kata Fernandez di sela-sela acara Mandiri Investment Forum 2015 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
Mulai 1 Januari 2015, pemerintah telah mencabut subsidi untuk Premium dan Solar diberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter. Kebijakan ini mampu mengurangi anggaran subsidi BBM dari Rp 276 triliun pada 2014 menjadi Rp 81,81 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Fernandez menilai Presiden Jokowi tidak perlu terlalu terburu-buru mengeksekusi berbagai program ekonominya. Jokowi perlu melihat dan membaca situasi terlebih dulu, terutama perkembangan ekonomi dunia.
"Dia sudah memberikan target, sekarang bagaimana itu diimplementasi. Jangan terburu-buru di tengah persoalan global saat ini.โ Kalau tidak, nanti hasilnya akan negatif," kata Fernandez.
(hds/hen)











































