Kasus Apel Impor AS Berbakteri, Ahok: Nggak Boleh Jual Lagi

Kasus Apel Impor AS Berbakteri, Ahok: Nggak Boleh Jual Lagi

Ayunda Windyastuti Savitri - detikFinance
Selasa, 27 Jan 2015 15:46 WIB
Kasus Apel Impor AS Berbakteri, Ahok: Nggak Boleh Jual Lagi
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi soal kasus temuan apel berbakteri berbahaya asal Amerika Serikat (AS). Meskipun belum ada bukti pemasukan dua jenis apel yang diduga berbakteri masuk Indonesia termasuk Jakarta, Ahok menegaskan peritel seperti supermarket tak boleh menjualnya lagi.

"Sudah disetop. Nggak boleh impor lagi. Harusnya sudah nggak boleh beli, nggak boleh jual lagi," ujar Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) sebelum mengikuti jalannya Paripurna RAPBD 2015 di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2015).

Ahok menyerahkan keputusan ini sepenuhnya kepada Kementerian Perdagangan. Apakah ada imbauan bagi masyarakat? "Kan sudah setop. Itu urusan Menteri Perdagangan lah," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 32 warga AS di 11 negara bagian terinfeksi bakteri berbahaya, Listeria monocytogenes. Bakteri itu dikaitkan dengan dua jenis apel Granny Smith dan Gala produksi Bidart Bros California.โ€Ž

Pada 17 Januari 2015, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI selaku Emergency Contact Point International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) dan National Contact Point Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF), telah menerima INFOSAN ALERT.

Isinya "Recall of internationally distributed apples and commercially produced, prepackaged caramel apples from the USA due to contamination with Listeria monocytogenes."

Selanjutnya pada 22 Januari 2015 di Indonesia, langkah tersebut ditindaklanjuti cepat oleh โ€ŽBadan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian (Kementan) dengan melakukan sejumlah langkah-langkah pencegahan.

Kementerian Perdagangan meminta masyarakat tidak mengkonsumsi dan menyerukan para importir, distributor, dan pengecer menarik peredarannya dan tidak memperdagangkannya.

(aws/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads