Menhub Jonan: Pemerintah Tidak Alergi Penerbangan Murah

Menhub Jonan: Pemerintah Tidak Alergi Penerbangan Murah

- detikFinance
Selasa, 27 Jan 2015 15:48 WIB
Menhub Jonan: Pemerintah Tidak Alergi Penerbangan Murah
Foto: Reuters
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menegaskan kebijakan pengaturan tiket penerbangan berbiaya murah murni untuk mendukung peningkatan standar keselamatan penerbangan. Kebijakan pemerintah, kata Jonan, tidak bermaksud menghambat maskapai Low Cost Carrier (LCC).

"Pemerintah tidak alergi LCC. Istilah LCC tidak ada di struktur konteks perudang-undangan. Namun, yang nggak boleh disalahkan adalah keselamatan," kata Jonan saat acara penganugerahan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 5 di Hotel Indonesia Kempenski, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Keselamatan dan keamanan penerbangan akan menjadi perhatian pemerintah. Untuk mendorong safety di industri penerbangan, Kemenhub akan mengeluarkan peringkat keselamatan dan keamanan penerbangan (safety rating).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Safety kita ngggak milih, mau punya pemerintah atau bukan saya akan umumkan," jelasnya.

Pemerintah, kata Jonan, meminta Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang 5 untuk menjadi contoh maskapai yang memiliki keselamatan dan keamanan penerbangan yang terbaik.

"Saya minta bantuan Garuda agar review safety karena Uni Eropa akan audit safety. Rencana deadline pada bulan Juni ini. Garuda dan airlines lain juga punya kepentingan," jelasnya.

Tidak hanya kepada Garuda, Kemenhub akan berkoordinasi dengan Indonesia National Air Carriers (INACA) untuk mendorong transparansi kinerja operasional dan keuangan maskapai. Alasannya masyarakat perlu mengetahui tentang kredibilitas dan kualitas maskapai yang dinaiki.

"Kalau menyangkut keselamatan penumpang. Maskapai harus transparan," jelasnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads