Kejadian ini bermula dari pertanyaan yang diajukan Maruarar Sirait, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP. Maruarar sebenarnya sedang menyampaikan kekesalannya karena dalam beberapa tahun terakhir target penerimaan pajak tidak pernah tercapai.
"Kenapa dalam 3 tahun penerimaan pajak tidak pernah mencapai target?" tanya Maruarar di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti jawabannya itu lagi, itu lagi. Soal pertumbuhan ekonomi, kurang SDM, IT yang belum canggih. Benar kan, Pak?" tegasnya.
Dengan senyum di wajahnya, Mardiasmo pun langsung menimpali. "Betul Pak," jawab Mardiasmo.
Jawaban Mardiasmo sontak memancing tawa dari para peserta rapat. Maruarar yang awalnya agak tegang pun menjadi santai.
Menurut Maruarar, solusi atas kurangnya pegawai pajak yang terus dikeluhkan sudah ada sejak dulu. Seperti permintaan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) untuk penambahan aparat pajak. Namun tidak pernah dilakukan.
"Ada tambahan SDM, tapi sedikit-sedikit. Jadi masalahnya berulang lagi," kata Maruarar.
Pemerintahan baru pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tambah Maruarar, seharusnya sudah bisa mengatasi masalah kurangnya aparat pajak. Tidak hanya soal jumlah, Maruarar juga ingin kualitas pegawai pajak bisa ditingkatkan.
"Orang pajak itu harus ada yang ahli minyak, pertambangan. Supaya tidak dikibulin," ujarnya.
(mkl/hds)










































