Rapat dengan DPR, Ini Jawaban Plt Dirjen Pajak yang Mengundang Tawa

Rapat dengan DPR, Ini Jawaban Plt Dirjen Pajak yang Mengundang Tawa

- detikFinance
Selasa, 27 Jan 2015 18:12 WIB
Rapat dengan DPR, Ini Jawaban Plt Dirjen Pajak yang Mengundang Tawa
Ilustrasi suasana rapat Komisi XI DPR
Jakarta - Hari ini, Komisi XI DPR menggelar rapat dengan jajaran Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Rapat yang semula berlangsung serius agak cair setelah Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pajak Mardiasmo menjawab pertanyaan dari salah satu anggota DPR.

Kejadian ini bermula dari pertanyaan yang diajukan Maruarar Sirait, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP. Maruarar sebenarnya sedang menyampaikan kekesalannya karena dalam beberapa tahun terakhir target penerimaan pajak tidak pernah tercapai.

"Kenapa dalam 3 tahun penerimaan pajak tidak pernah mencapai target?" tanya Maruarar di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marurar, yang sudah menjadi anggota DPR sejak 2004, langsung bisa menebak jawaban yang akan dilontarkan Mardiasmo.

"Pasti jawabannya itu lagi, itu lagi. Soal pertumbuhan ekonomi, kurang SDM, IT yang belum canggih. Benar kan, Pak?" tegasnya.

Dengan senyum di wajahnya, Mardiasmo pun langsung menimpali. "Betul Pak," jawab Mardiasmo.

Jawaban Mardiasmo sontak memancing tawa dari para peserta rapat. Maruarar yang awalnya agak tegang pun menjadi santai.

Menurut Maruarar, solusi atas kurangnya pegawai pajak yang terus dikeluhkan sudah ada sejak dulu. Seperti permintaan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) untuk penambahan aparat pajak. Namun tidak pernah dilakukan.

"Ada tambahan SDM, tapi sedikit-sedikit. Jadi masalahnya berulang lagi," kata Maruarar.

Pemerintahan baru pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tambah Maruarar, seharusnya sudah bisa mengatasi masalah kurangnya aparat pajak. Tidak hanya soal jumlah, Maruarar juga ingin kualitas pegawai pajak bisa ditingkatkan.

"Orang pajak itu harus ada yang ahli minyak, pertambangan. Supaya tidak dikibulin," ujarnya.

(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads