Pemerintah, menurut Mardiasmo, tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait fleksibilitas Ditjen Pajak. Fleksibilitas ini juga terkait dengan rekrutmen pegawai.
"Sekarang sedang siapkan Perpres-nya," ungkap Mardiasmo di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Selasa (27/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pegawai tersebut baru akan menempati dua posisi penting yaitu Account Representative (AR) dan auditor. "Masing-masing 5.000," imbuhnya.
Untuk AR, tambah Mardiasmo, akan diambil dengan keahlian tertentu. Misalnya untuk pertambangan, perminyakan, transfer pricing, dan lainnya. Akan diprioritaskan juga untuk yang sudah lama bekerja di luar negeri.
"Segala ahli-ahli akan didatangkan. Bahkan dari yang sudah lama di luar negeri, biar mengerti transfer pricing," tukasnya.
Sebelumnya, rapat ini sempat dihiasi tawa kala Mardiasmo menjawab pernyataan Anggota Komisi XI Maruarar Sirait. Maruarar sebenarnya sedang menyampaikan kekesalannya karena dalam beberapa tahun terakhir target penerimaan pajak tidak pernah tercapai.
"Kenapa dalam 3 tahun penerimaan pajak tidak pernah mencapai target?" tanya Maruarar.
Marurar, yang sudah menjadi anggota DPR sejak 2004, langsung bisa menebak jawaban yang akan dilontarkan Mardiasmo.
"Pasti jawabannya itu lagi itu lagi. Soal pertumbuhan ekonomi, kurang SDM, IT yang belum canggih. Benar kan, Pak?" tegasnya.
Dengan senyum di wajahnya, Mardiasmo pun langsung menimpali. "Betul Pak," jawab Mardiasmo.
Jawaban Mardiasmo sontak memancing tawa dari para peserta rapat. Maruarar yang awalnya agak tegang pun menjadi santai.
(mkl/hds)











































