"Dari sektor ekonomi, luar biasa capaiannya," tegas Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
Pertama, lanjut Sofyan, adalah perubahan di bidang perizinan usaha. Mulai 26 Januari 2015, pemerintah telah menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Bagi para calon investor yang ingin berbisnis di Indonesia dan membutuhkan izin dari berbagai instansi, kini hanya tinggal mendatangi kantor pusat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, tambah Sofyan, adalah kebijakan di bidang subsidi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Mulai 1 Januari 2015, pemerintah menghapus subsidi untuk Premium dan memberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter untuk Solar.
"Kita berhasil bereskan subsidi yang sudah sekian lama tidak bisa dibereskan," tuturnya.
Berbagai terobosan di bidang ekonomi tersebut, menurut Sofyan, diapresiasi sampai ke luar negeri. Misalnya kala Sofyan datang ke pertemuan World Economic Forum di Davos (Swiss) belum lama ini.
"Berbagai forum saya hadiri itu Indonesia dijadikan contoh sebagai pemerintah yang mengambil kebijakan dengan tepat. Overall bagus sekali. Waktu pertemuan investor yang biasanya hadir cuma 50-60 orang, sekarang sudah penuh karena ingin mendengar perkembangan terakhir soal Indonesia," papar Sofyan.
(hds/hen)











































