Tambahan modal tersebut akan disuntikkan ke sejumlah perusahaan pelat merah dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Beberapa petinggi BUMN juga hadir dalam rapat, salah satunya adalah Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
"Yang ingin dibahas di rapat ini adalah yang ramai dibicarakan melebihi pembahasan lainnya. Kita akan bahas mengenai mitra kerja. Mitra kerja kami Kemenkeu, juga dengan BUMN mengenai penyertaan modal dan investasi. Rapat semula jam 2 tapi karena Menkeu dipanggil presiden bahwa bapak telat, kami mengerti," kata pimpinan sidang Fadel Muhammad saat membuka rapat di Komisi XI, DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kenaikan yang besar dan luar biasa," katanya.
Fadel mengatakan, pihaknya ingin meminta penjelasan jelas terkait suntikan modal tersebut.
"Kita Komisi XI ingin mendapatkan gambaran dan informasi sepenuhnya soal ini. Kami tahu pemerintah ingin melanjutkan program pangan dan swasembada pangan dan infrastruktur secara besar-besaran, dan sektor maritim, dirgantara, kami ingin memahami secara mendasar apa alasan dan permasalahannya, dan kami ingin mendukung program pemerintah," pungkasnya.
(drk/ang)











































