Menurut Susi, Indonesia harusnya bisa mencontoh Australia yang konsisten menerapkan kibijakan pembatasan penangkapan hasil laut dan mengutamakan keberlanjutan sumber daya laut sehingga bisa menghasilkan pemasukan ke negaranya hingga Rp 70 triliun per tahun meskipun luas lautnya hanya 1/10 dari luas laut Indonesia. Sedangkan Indonesia, hanya mampu menghasilkan Rp 300 miliar per tahun dengan luas laut jauh lebih besar.
"Mereka menjaga lautnya. Luar biasa sekali yang lautnya hanya satu per sepuluh kita dalam setahun US$ 7 miliar itu sekitar Rp 70 triliun. Luar biasa," ungkap Susi dengan wajah memerah di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Jumat (30/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 5 tahun ke depan, ia berharap Indonesia bisa menyusul bahkan melampaui Autralia dengan meningkatkan luas kawasan konservasi laut hingga 70% dari saat ini hanya 20% saja.
"Minimal kita harus sama dengan Australia, Kita harus alokasikan penangkapan berapa persen, misalnya sekarang konservasi 20% kita harus 70 persen dalam 5 tahun ini," tutupnya.
Seperti diketahui Susi Pudjiastuti mengumpulkan seluruh karyawan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tujuannya adalah refleksi 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Acara berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB. Susi datang menggunakan pakaian hitam-hitam yang dipadu dengan scarf coklat. Kegiatan ini digelar lesehan tanpa bangku. Seluruh pegawai lesehan mendengarkan pidato Susi yang berapi-api.
Para pegawai mengenakan pakaian batik. Suasana di lokasi acara penuh, bahkan peserta sampai membludak ke luar ruangan yang berada di lantai 2 gedung Mina Bahari III.β
(dna/hen)











































