Neraca Perdagangan RI 'Tekor' US$ 1,89 Miliar Tahun Lalu

Neraca Perdagangan RI 'Tekor' US$ 1,89 Miliar Tahun Lalu

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2015 12:02 WIB
Neraca Perdagangan RI Tekor US$ 1,89 Miliar Tahun Lalu
Jakarta - Sepanjang 2014, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$ 1,89 miliar. Ini terbentuk dari nilai ekspor yang sebesar US$ 176,29 miliar, sementara impor US$ 178,18 miliar.

Sementara nilai ekspor pada Desember 2014 tercatat US$ 12,62 miliar atau turun 13,83% dibandingkan periode yang sama pada 2013. Sedangkan nilai impor Desember 2014 adalah US$ 14,43 miliar, turun 6,61%.

"Kondisi 2013 memang masih bagus. Secara total, penyebabnya masalah ekonomi global. Misalnya palm oil, terjadi penurunan harga internasional," jelas Suryamin, Kepala BPS, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang 2014, Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 16,46 miliar (11,28%). Disusul Amerika Serikat US$ 15,86 miliar (10,86%), dan Jepang US$ 12,56 miliar (9,98%).

Selama Januari-Desember 2014, impor non migas terbesar berasal dari Tiongkok yang mencapai US$ 30,46 miliar (22,61%). Disusul Jepang US$ 16,94 miliar (12,57%), Singapura US 10,15 miliar (7,53%), dan Thailand 9,69 miliar (7,2%).

Sepanjang 2014, sebanyak 6 kali neraca perdangan mengalami surplus yaitu pada Februari (US$ 0,84 miliar), Maret (US$ 0,67 miliar), Mei (US$ 0,05 miliar), Juli (US% 0,05 miliar), Oktober (US$ 0,02 miliar), dan Desember (US$ 0,19 miliar).

Defisit perdagangan terjadi pada Januari (US$ 0,45 miliar), April (US$ 1,97 miliar), Juni (US$ 0,29 miliar), Agustus (US$ 0,31 miliar), September (US$ 0,26 miliar), dan November (US$ 0,42 miliar).

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads