Menkeu: Permintaan Moratorium Utang Jangan Vulgar
Senin, 31 Jan 2005 15:30 WIB
Jakarta -
Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, permintaan moratorium utang kepada Paris Club harus dilakukan dengan penuh sopan santun dan jangan vulgar."Dunia internasional itu seperti orang Jawa, ada tata krama," tegas Menkeu di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/1/2005).Pernyataan Menkeu itu diberikan berkaitan dengan pernyataan Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati bahwa Indonesia akan minta moratorium utang untuk 2 tahun yakni 2005 dan 2006. Sebelumnya Kepala Bapeki Anggito Abimanyu juga menyatakan bahwa pemerintah sudah mengirimkan surat resmi permintaan moratorium utang untuk masa penilaian yakni 3 bulan. Mengenai permintaan moratorium utang seperti usulan Sri Mulyani, Menkeu mengaku akan sangat berterima kasih jika Paris Club bersedia mengabulkannya. "Alhamdulillah kalau dikasih. Kita minta sepanjang mungkin. Kalau dikasih panjang ya, bagus. Kalau dikasih pendek Alhamdulillah. Namanya juga dikasih," ujarnya.Namun Menkeu menegaskan, pemerintah tidak akan mematok angka permintaan moratorium. Menurutnya, negara-negara Paris Club sebenarnya sudah bisa membaca sinyal permintaan secara bilateral dari Indonesia kendati tidak pernah menyatakan secara tegas jumlahnya. "Kalau pemerintah minta resmi, misalnya segitu, itu dalam dunia internasional tidak sopan. Dunia intenasional kan ada pakemnya, ada sopan santunnya," demikian Menkeu.
(qom/)










































