Pemerintah Kaji Pembelian Kapal Jerman Untuk Pelni
Senin, 31 Jan 2005 17:10 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan mengkaji pembelian lanjutan kapal Jerman untuk PT Pelni untuk melihat apakah PT Pelni benar-benar membutuhkan kapal itu."Saya memang mendengar ada pengadaan kapal dari Jerman untuk PT Pelni. Realisasinya sudah mencapai kapal yang ke-23. Nah untuk kapal yang ke-24 sedang dikaji apakah itu masih dibutuhkan," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa saat jumpa pers di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/1/2005).Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga akan mengkaji apakah untuk pembelian kapal tersebut bisa dicari sumber pembiayaan lain dan tidak perlu dari pinjaman pemerintah Jerman. Ketika ditanya soal adanya kemungkinan mark up untuk pembelian 23 kapal Jerman itu yang diperkirakan mencapai Rp 400 miliar, Hatta mengatakan bahwa dirinya akan melihat lebih jauh. "Adapun ada mark up atau tidak, kita akan lihat. Kalau ada penyimpangan akan kita tindak lanjuti," tegasnya. Dalam kesempatan itu Hatta hanya menyebutkan bahwa dari informasi yang diperoleh atas pembelian 23 kapal Pelni, memang ada dua hal yang mendasar. Pertama, secara substansi, memang saat itu (tahun 2002) Indonesia sangat membutuhkan kapal untuk menjalankan kapal perintis di kawasan timur yang secara komersial tidak diminati swasta. Kedua, pemerintah memang tidak memerlukan dana yang cukup untuk pengadaan kapal hingga dibutuhkan pinjaman. Dan pada saat itu yang menawarkan pinjaman adalah pemerintah melalui perusahaannya KNV. "Program pinjaman itu realisasinya sudah sampai ke pembelian kapal yang ke-23. Program pinjamannya tahun 2002 danm tahun 2004 lalu kapalnya sudah dioperasikan," kata Hatta.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































