Menteri Susi Sebut RI Negara Produsen Ikan Terbesar, Pasok 30% ke Dunia

Menteri Susi Sebut RI Negara Produsen Ikan Terbesar, Pasok 30% ke Dunia

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2015 10:53 WIB
Menteri Susi Sebut RI Negara Produsen Ikan Terbesar, Pasok 30% ke Dunia
Foto:@susipudjiastuti (Ilustrasi Penangkapan Ikan Pakai Trawl)
Jakarta - Kontribusi Indonesia dalam memasok kebutuhan produk perikanan di dunia mencapai 30%. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara pemasok produk perikanan terbesar dunia.

Demikian disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya pada acara Gala Dinner bersama Komisi Uni Eropa dan peserta Seminar on EU Hygiene Regulations for Fisheries Product Imported to EU di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali, yang disampaikan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/2/2015) .

Menurut Susi, peran strategis laut Indonesia sebagai pemasok produk perikanan terbesar dunia semakin terancam akibat maraknya praktek Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Banyaknya praktek penangkapan ikan ilegal dan merusak menyebabkan berkurangnya jumlah populasi ikan di wilayah perairan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu berdampak pada menurunnya jumlah ikan hasil tangkapan nelayan dan daerah penangkapan yang semakin meluas ke laut lepas. Akibat sulitnya mendapatkan ikan, banyak nelayan tradisional yang beralih menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti pukat dan cantrang.

Selain itu, fakta Indonesia hanya sebagai pengekspor kelima di Asia dinilai sangat ironis. Pasalnya, selain potensi dan luas laut terbesar di Asia, Indonesia juga memiliki panjang pantai kedua terbesar di dunia.

Sebagai informasi, kegiatan seminar publik yang diselenggarakan Komisi Uni Eropa bersama KKP ini membahas peraturan tentang persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang diekspor ke Uni Eropa.

Sasarannya adalah perusahaan eksportir dan pejabat di Otoritas Kompeten. Dimana peserta diharapkan dapat merancang dan menerapkan official control dalam rangka memenuhi persyaratan keamanan pangan pada produk perikanan.

Kegiatan seminar akan dilangsungkan selama lima hari pada 2-6 Februari 2015 di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali. Kegiatan difasilitasi oleh Uni Eropa dengan 7 orang narasumber dan dihadiri sekitar 50 peserta dari negara anggota ASEAN dan Pasifik.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads