Suryamin, Kepala BPS, menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia yang diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sampai akhir 2014 mencapai Rp 10.542,7 triliun. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga.
"Konsumsi rumah tangga share-nya 56%. Pertumbuhannya 5,14%, turun dibandingkan 2013 yang 5,38%," kata Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, tambah Suryamin, kontributor kedua terbesar adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yaitu 32,57%. PMTB tahun lalu tumbuh 4,12%, melambat dibandingkan 2013 yang sebesar 5,28%.
"Ada penurunan terutama di pembangunan prasarana fisik di sektor transportasi dan konstruksi," ujar Suryamin.
Lalu, menurut Suryamin, penyumbang PDB berikutnya adalah ekspor yaitu 23,72%. Kemudian disusul konsumsi pemerintah yang hanya menyumbang 9,54%.
"Daya serap anggaran rendah, kemudian sebagian besar konsumsi pemerintah digunakan untuk bayar bunga utang. Di samping itu ada penghematan jelang akhir tahun dan pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat," jelas Suryamin.
(hds/hen)











































