Kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara tersebut dinilai tidak optimal di dalam mengelola dan mengatur bandara komersial. Padahal 26 bandara yang dikelola oleh AP I dan AP II merupakan airport besar atau utama di Indonesia.
"Yang punya pengalaman kelola bandara cuma AP I dan AP II. AP I dan AP II baru urus 1 bandara saja ada yang nggak becus," kata Jonan saat acara diskusi di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Kamis (5/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kemungkinan dicabut? Kenapa nggak," tegas Jonan.
Jonan mengatakan manajemen AP I dan AP II seharusnya bisa bekerja maksimal memberikan pelayanan dan keselamatan terbaik untuk penumpang dan pengguna jasa kebandarudaraan. Apalagi sebagai badan usaha pengelola bandara, para karyawan AP I dan AP II memiliki gaji yang tak kecil
"Angkasa Pura sukanya minta gratis saja, padahal gaji sudah besar," katanya.
(feb/hen)











































