Lantas apa respons BUMN operator bandara atas sindiran Jonan ini? Direktur Utama AP II Budi Karya tidak menampik sindiran yang dialamatkan oleh Menhub. Ia membenarkan masih banyak masalah pada pengelolaan bandara di bawah AP II yang harus dibereskan.
"Saya pikir pengelolaan bandara kita belum optimal. Nah, benar kata Pak Jonan. Justru di bawah bimbingan beliau kita lagi lakukan revitalisasi," kata Budi kepada detikFinance, Jumat (6/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita mulai perbaikan sejak setengah bulan yang lalu. Saat ini kami masuk kita sepakat ada yang harus diperbaiki," jelasnya.
Budi mengambil contoh di salah satu bandara yang dikelola AP II, yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Di sini muncul persoalan kenyamanan penumpang yang kurang terjaga karena ada persoalan pengelolaan parkir, calo tiket, taksi gelap hingga petugas yang kurang ramah. Dalam kurun 6 bulan ke depan, Budi berjanji melakukan pembenahan besar-besaran.
"Satu saya hilangkan calo, kedua saya akan tertibkan taksi liar, ketiga revitalisasi besar-besaran terhadap terminal 1 dan 2 terus keempat kami beri komunikasi yang baik ke airlines," jelasnya.
Targetnya dari pembenahan jangka pendek ini ialah menciptakan pengalaman baru kepada penumpang dan airlines saat tiba atau berangkat dari bandara-bandara di bawah AP II.
"Dia puas karena adanya keamanan dan kenyamanan, kemudian mendapat suatu pengalaman yang baru," ujarnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Utama AP I Tommy Soetomo enggan mengomentari sindiran regulator. Namun ia menjelaskan pihaknya terus melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa bandara, seperti maskapai dan penumpang. Lanjut Tommy, AP I selaku operator bandara tidak hanya membangun infrastruktur tetapi memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
Contoh karya AP I seperti membangun Bandara Sepinggan Balikpapan dengan konsep mall pertama di Indonesia, bandara super megah di Bali hingga rencana bandara atas air pertama di Semarang. Semua bandara tersebut dibangun dan dibiayai secara komersial tanpa dibantu suntikan modal negara.
"Kita bisnis bukan hanya sebagai penyedia infrastruktur saja tapi kita memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, yakni yang pertama kepada maskapai dan yang kedua kepada penumpang," ujarnya.
(feb/ang)











































