Pejabat Pengganti Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Wahju K. Tumakaka mengatakan, remunerasi atau tunjangan untuk pegawai pajak ditetapkan sejak 2002. Setelah itu, tidak ada lagi kenaikan, hanya ada kenaikan rutin gaji PNS.
"Untuk remunerasi sejak 2002 tidak naik. Jadi nilai remunerasi itu sudah tidak sama lagi dengan dulu. Jadi kenaikan remunerasi yang akan berlaku sangat berarti bagi pegawai Ditjen Pajak," jelas Wahju kepada detikFinance, Jumat (6/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka di daerah itu jauh dari keluarga. Ada kebutuhan kos dan lain-lain. Kami juga akan menggunakan (kenaikan gaji) itu sebagai instrumen penyemangat." kata Wahju.
Jadi kenaikan gaji ini, menurut Wahju cukup rasional. "Kenaikan gaji ini seperti asuransi buat pegawai pajak. Tugas kami mengamankan penerimaan. Itu target sangat berat," ucap Wahju.
Tahun ini, target penerimaan pajak tahun ini memang tinggi sekali. Dari Rp 900 triliun di 2014 lalu, menjadi hampir Rp 1.300 triliun. Jadi ada kenaikan sekitar 44%, atau Rp 400 triliun.
Berikut rincian target pendapatan pajak tahun ini.
- 1. PPh Migas Rp 50,9 triliun
- 2. Pajak Non Migas Rp 1.244,7 triliun terdiri dari:
- PPh Non Migas Rp 629,8 triliun
- PPN Rp 576,5 triliun
- PBB Rp 26,7 triliun
- Pajak lainnya Rp 11,7 triliun
Lalu bagaimana dengan pegawai pajak yang masih berani 'bermain-main' dengan wajib pajak setelah gaji dinaikkan?
Wahju mengatakan, perilaku koruptif pegawai sebenarnya tidak ada hubungannya dengan gaji. Selama ini, lanjut wahju, Ditjen Pajak tidak memberi ampun kepada para pegawainya yang berani 'bermain' dengan wajib pajak.
"Orang 'bermain-main' karena akhlak, itu tidak ada hubungan dengan gaji. Ada yang gaji tinggi tapi akhlaknya jelek, tetap begitu. Dari sisi organisasi, kalau ada yang tidak baik harus dihukum. Bulan lalu ada pegawai pajak yang ditindak karena pemalsuan faktur," tegas Wahju.
Bila Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2015 disahkan oleh DPR menjadi APBN-P 2015 nanti, maka gaji atau tunjangan pegawai pajak akan naik mulai Januari 2015. Pembayaran bulan sebelumnya akan dirapel.
(dnl/hen)











































