Jadi Dirjen Pajak Pilihan Jokowi, Apa Gebrakan Sigit Priadi?

Jadi Dirjen Pajak Pilihan Jokowi, Apa Gebrakan Sigit Priadi?

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2015 20:10 WIB
Jadi Dirjen Pajak Pilihan Jokowi, Apa Gebrakan Sigit Priadi?
Foto: Sigit Priadi
Jakarta - Sigit Priadi Pramudito sudah sah dengan jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), setelah dikeluarkan Keputusan Presiden (Keppres), dan dilantik Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Tugas berat Sigit adalah mengejar penerimaan pajak Rp 1.300 triliun untuk tahun ini. Naik sangat signifikan dibandingkan realisasi pada 2014 sebesar Rp 900 miliar. Sigit pun telah menyiapkan gebrakan baru.

"Ada (gebrakan), cuma saya rahasiakan. Masak kita mau perang terus kita sampaikan. Kita kan mau bergerak," ungkapnya di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/2/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum, kinerjanya ke depan telah tergambar dari yang disampaikan oleh Bambang saat rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ia pun akan menjalankan.

"Saya itu sudah gampang beliau (Menkeu) sudah bikin langkah-langkah, tinggal mengikuti langkah-langkah beliau, selesai," tegasnya

Beberapa hal tersebut adalah terkait intensifikasi dan ekstensifikasi. Ini akan sangat mendorong penerimaan pajak yang ditargetkan sangat tinggi.

"Langkahnya tentu untuk meningkatkan penerimaan, pemeriksaan, intensifikasi, ekstensifikasi sudah semua. Saya tinggal jalan," tegas Sigit.

Ia pun siap nantinya berhadapan dengan wajib pajak (WP) dari kalangan pengusaha besar, politisi, dan orang berpengaruh lainnya. Meskipun bisa dilakukan dengan cara pendekatan.

"Ada caranya, semua kan melalui pendekatan yang baik, semua kita imbau. Saya yakin semua orang kalau kita imbau pasti mau mereka. Membantu," paparnya.

Terkait dengan pengenaan sanksi penyanderaan atau gijzeling, menurut Sigit tetap akan dilakukan.

"Itu kan efek jera, jadi supaya WP yang ngemplang pajak itu takut. itu kan untuk utang pajak. Kan kita coba dengan halus. Nggak bisa lunak juga, nakal ya digunakan cara terakhir. Itu cara terakhir," ujarnya.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads