Tenggelamkan Kapal Thailand Pencuri Ikan, Menteri Susi Mengarungi Laut 11 Jam

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2015 16:10 WIB
Batam - Hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal pencuri ikan asal Thailand KM Sudhita 28 di Perairan Batam. Untuk mencapai lokasi penenggelaman kapal, Susi harus mengarungi laut 11 jam pulang-pergi.

Perjalanan dimulai pada pukul 02.00 WIB dini hari, Susi dan rombongan sudah tiba di lokasi keberangkatan Pelabuhan Batu Ampar, Batam, untuk menaiki KRI Barakuda 633.

Apel keberangkatan lalu dilaksanakan pada pukul 02.30 WIB. Seluruh tim dan penumpang dikumpulkan di atas geladak kapal untuk melaksanakan apel keberangkatan.

Perlahan demi perlahan KRI Barakuda yang mempunyai panjang 57 meter buatan PT PAL meninggalkan Pelabuhan Batu Ampar pada pukul 03.00 WIB. Para tamu undangan disediakan tempat menginap seadanya berupa tempat tidur prajurit TNI AL di atas kapal.

Tidak ada fasilitas mewah yang diberikan TNI AL kepada seluruh rombongan termasuk Menteri Susi. Rombongan tidur di atas tempat tidur busa 3 tingkat yang masing-masing tempat tidur hanya mempunyai panjang 2 meter dan lebar 30 cm.

Selama perjalanan gelombang laut terasa cukup stabil, namun beberapa tamu undangan sudah merasakan mual luar biasa hingga ada yang muntah-muntah.

Tujuan rombongan adalah lokasi penenggelaman KM SUDHITA 28 yang berada di titik koordinat 00'33'00 LU (Lintang Utara), 104'22'08 BT (Bujur Timur) atau tepat di Selat Dempo, Perairan Batam. Jaraknya ke titik lokasi adalah 52 notical mile dengan waktu tempuh 7-8 jam dengan kecepatan maksimal kapal 12 knot.

Pukul 07.00 WIB para perwira TNI AL membangunkan rombongan termasuk dari tim kementerian kelautan dan perikanan (KKP). Mereka meminta kami untuk segera sarapan di sebuah ruangan khusus. Makanan yang disajikan juga sederhana yaitu nasi plus tempe bacem, peyek, telur dadar dan bumbu kacang. Masakan sederhana ini dibuat oleh beberapa perwira TNI AL.

Semakin terang suasana laut, gelombang laut di Perairan Batam pada pagi itu cukup tinggi yaitu mencapai 1,5 meter. KRI Barakuda 633 sempat beberapa kali terangkat gelombang tinggi hingga beberapa anggota rombongan mual dan muntah.

Perjalanan ke lokasi penenggelaman masih cukup lama yaitu sekitar 2 jam lagi. Peserta rombongan lantas bergegas ke geladak kapal termasuk Menteri Susi."Saya seperti ini first time," ungkap Susi di KRI Barakuda.

Susi yang mengenakan pakaian serba hitam dan kacamata hitam itu terlihat sangat antusias di KRI Barakuda 633. Beberapa kali kesempatan, Susi berbicara dengan Panglima Armada Barat Laksda TNI Widodo. Hingga akhirnya Widodo menyematkan baret hitam TNI AL berbintang 4 kepada Susi. "Terima kasih," jawab Susi.

Hingga akhirnya KRI Barakuda 633 masuk ke zona lokasi penenggelaman kapal di Selat Dempo. Ternyata KRI Barakuda 633 adalah kapal terakhir yang datang karena sebelumnya di lokasi telah datang lebih dulu 6 unit kapal lainnya.

Sang eksekutor penembakan dan penenggelaman kapal yaitu KP HIU 004 dan KRI Halasan 630 sudah siap di posisi 50 meter dari kapal Sudhita 28. Sementara kapal yang lain seperti KP Hiu 001, Hiu 010, KRI Tjiptadi 381, dan Kapal Bisma milik Kepolisian sibuk melakukan sterilisasi lokasi.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Kapal KM Sudhita 28 asal Thailand benar-benar ditenggelamkan Susi pada pukul 09.20 WIB.

Setelah kegiatan tersebut, Susi bersantai di atas kapal sambil berbincang-bincang menunggu kapal kembali ke pelabuhan.

Setelah itu, Susi kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Rombongan akhirnya sampai di Pelabuhan Kabil, Batam pada pukul 14.30 WIB. Susi kemudian langsung naik mobil dan berpisah dengan KRI Barakuda 633 buatan anak bangsa PT PAL.

"Dadah, sampai berjumpa," kata Susi sambil melambaikan tangan.

Seperti diketahui KM Sudhita yang ditenggelamkan berbobot 80 GT, termasuk kapal besar. Kapal ini diduga telah melakukan 8 kali bongkar muat di tengah laut (transhipment) dan terus melaut selama 1 tahun.



(wij/hen)