Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku telah menerima beberapa laporan dari lapangan, terkait sawah yang banjor. Salah satunya banjir di Aceh yang merendam 25.000 hektar sawah.
"Yang sudah terkena banjir itu ada di Aceh, itu ada 25.000 hektar," ungkap Amran di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malam itu juga Dirjen Tanaman Pangan langsung berangkat, dan sekarang sudah selesai," sebutnya.
Kabar terbaru yang diterimanya adalah di Kalimantan. Amran tidak terlalu spesifik menyebutkan lokasinya. Namun area pertanian yang terendam mencapai 3.500 hektar.
"Ada tadi (informasi) dari Kalimantan 3.500 ha. Insyaallah hari ini kami tindak lanjuti," sebutnya.
Amran mengatakan, Kementan akan terus menginventarisir wilayah pertanian yang terkena dampak dari banjir. Khususnya yang merendam lahan pertanian.
Proses penyaluran pupuk dan benih baru akan dilakukan dengan cepat, supaya petani kembali melakukan penanaman dan panen tidak terlalu terlambat.
"Hujan kan masih berjalan, mungkin ada lokasi lain. Kementan sudah mencadangkan bantuan untuk bencana itu," paparnya.
(mkl/dnl)











































