Hujan yang terus menerus mengguyur Jakarta sejak Minggu malam hingga hari ini, menyebabkan Jakarta digempur banjir di beberapa titik. Beberapa akses jalan lumpuh total akibat genangan air yang bervariasi ketinggiannya.
Banjir ini pun mengganggu aktivitas ekonomi dan perdagangan khususnya di Jakarta. Alur distribusi tersendat, hingga konsumen malas pergi ke pusat perbelanjaan atau pun sentra bisnis menjadi keluhan kalangan pengusaha. Belum ada kerugian yang dihitung akibat banjir yang terjadi ini.
Berdasarkan informasi yang dirangkum detikFinance, Selasa (10/2/2015), berikut ragam dampak banjir Jakarta dari sisi dunia usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
|
|
1. Mal Kian Sepi
|
|
Dia menyebut, mal atau pusat perbelanjaan yang paling terkena dampakβ dari banjir ini adalah mal yang berada di kawasan Jakarta Utara seperti Mall of Indonesia, Artha Gading, Summarecon Mal, dan lainnya.
2. Distribusi Barang Terganggu
|
|
"Di Kelapa Gading, Mangga Dua, Jatinegara, Slipi pusat bisnis sudah terkena banjir, sudah mulai menganggu. Sebenarnya, saat ini mereka malnya buka. Tapi banyak juga toko juga yang masih tutup. Banjir itu banyak karyawan tidak sampai, otomatis masyarakat menembus ke sanβa pun tidak bisa," tuturnya.
3. Tidak Separah 2 Tahun Lalu
|
|
Ketua APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, banjir kali ini tak berkepanjangan. Penanangan banjir menurutnya sudah cukup baik dibanding apa yang terjadi dua tahun lalu di Jakarta.
"Sekarang sudah cukup bagus. Kalau banjir nggak lama. Sehari saja sudah surut kalau banjir yang sekarang. Kalau dulu kan sampai jebol tanggulnya," tutur Ridwan
Sedangkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdani mengatakan, pengusaha ritel atau yang bergerak di sektor perdagangan paling merasakan akibat dari banjir dua tahun lalu.
"Yang itu lebih parah, pengaruhnya sangat besar sekali. Nggak terlalu sekarang ini. Dulu ada laporan, yang di ritel. 50% turun pendapatannya. Yang sekarang sih nggak, memang bukannya sering tapi tak separah pas jebol tanggul," tuturnya.
4. Harapan Pengusaha
|
|
"Perlu banyak kali lagi yang dikeruk. Bukan hanya yang utara saja, yang selatan juga banyak yang kena banjir," tutur Ketua APPBI Stefanus Ridwan.
Hal senada dikatakan Wakil Ketua Kadin Jakarta Sarman Simanjorang. Menurutnya, adanya banjir yang kembali datang ini adalah bukti belum maksimalnya sistem penyerapan air di Jakarta. Ke depan, ini harus menjadi perhatian pemerintah.
"Kita harapkan drainase-nya semakin baik dan bertambah. Agar penyaluran airnya lancar," tuturnya.
Halaman 2 dari 6











































