Glodok Hingga Kelapa Gading Banjir, Kerugian Rp 1,5 Triliun/Hari

Glodok Hingga Kelapa Gading Banjir, Kerugian Rp 1,5 Triliun/Hari

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2015 13:20 WIB
Glodok Hingga Kelapa Gading Banjir, Kerugian Rp 1,5 Triliun/Hari
Jakarta - Banjir yang melanda kota Jakarta dua hari ini sudah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan perdagangan termasuk di pusat-pusat bisnis. Tutupnya pusat-pusat pertokoan di Jakarta diperkirakan terjadi kerugian Rp 1,5 triliun/hari.

Berdasarkan keterangan tertulis, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, di beberapa pusat bisnis di lima wilayah kota Jakarta ada puluhan ribu kios dan toko tutup.

Di wilayah Jakarta Timur adalah Jatinegara Plaza. Lalu di wilayah Jakarta Barat adalah Mal Ciputra, Citra Mall, Central Park, Glodok City, Pasar HWI, Glodok Jaya, Glodok Mangga Besar, Puri IndahMall, Roxi Square, Mal Taman Anggrek, dan WTC Mangga Dua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jakarta Pusat ada ITC Harco Mas, Mangga Dua Mall, Plaza Harco Electronic. Pusat bisnis yang paling banyak terganggu adalah di daerah Jakarta Utara yaitu Mangga Dua Square, Electronic City, ITC Mangga Dua, Mal Kelapa Gading, Mal Artha Gading, Mall Kelapa Gading, Mal Kelapa Gading Square, Sport Mal Kelapa Gading, ITC Mangga Dua, Mal Kelapa Gading. Sedangkan pusat bisnis wilayah Jakarta Selatan lebih cenderung tidak separah di wilayah lain.

Ketua Umum Kadin Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan meskipun mal tetap buka namun kios banyak yang tutup dan pengunjung sepi akibat transportasi yang tidak bisa tembus ke lokasi dan banyak karyawan yang tidak masuk kerja.

"Diperkirakan ada 75.000 ribu kios dan toko yang tersebar di pusat pusat perbelanjaan di wilayah kota Jakarta yang tutup. Jika omzet mereka per hari kita rata ratakan Rp 20 juta per hari hari maka kerugian yang dialami mencapai Rp 1,5 triliun per hari," kata Sarman Simanjorang, Selasa (10/2/2015).

Ia mengatakan kerugian ini hannya pada sektor perdagangan di pusat pusat bisnis, belum termasuk kerugian akibat dari jalur distribusi yang stagnan, omzet hotel dan restoran yang juga dipastikan menurun, transaksi keuangan yang terganggu, dan perkantoran yang banyak tidak beraktivitas akibat banyaknya karyawan yang tidak masuk kerja.

"Banjir tahun ini membuktikan bahwa pemprov DKI Jakarta belum mampu mengatasi permasalahan banjir di DKI Jakarta. Apalagi masih sempat masuk di ring satu kawasan Istana negara dan Balaikota," katanya.

Sarman berharap agar pemprov dengan dukungan pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah strategis dengan mempercepat berfungsinya Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat, revitatalisasi sungai yang berkesinambungan dan terintegrasi, perbaikan drainase secara keseluruhan khususnya pusat pusat bisnis sehingga dampak banjir ini dari tahun ke tahun semakin berkurang dan tidak menjadi ancaman bagi aktivitas ekonomi.

"Dengan APBD DKI Jakarta tahun yang mencapai Rp 73 triliun diharapkan pemprov tidak mengalami hambatan untuk mempercepat pembenahan drainase di Jakarta," katanya.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads