Martiono Gantikan Laksamana Jadi Komisaris Utama Pertamina
Selasa, 01 Feb 2005 11:47 WIB
Jakarta -
RUPS Pertamina akhirnya menyepakati pengangkatan mantan Dirut Pertamina Martiono Hadianto menjadi Komisaris Utama Pertamina menggantikan Laksamana Sukardi. RUPS juga menyepakati penggantian komisaris lain yakni Syafruddin Temenggung dan Anshari Ritonga."Tadi malam saya menandatangani hasil RUPS untuk mengangkat Martiono Hadianto menggantikan Laksamana Sukardi," kata Meneg BUMN Soegiharto disela-sela Seminar di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (1/2/2005). Selain Martiono, RUPS juga setuju untuk mengangkat Muhammad Abduh (mantan pejabat Bappenas) sebagai komisaris menggantikan Syafruddin Temenggung dan DR Umar Said (mantan Sekjen DESDM) menggantikan Anshari Ritonga (mantan Dirjen Anggaran). "Sedangkan anggota komisaris yang lain sementara tetap yakni Roes Aryawijaya dan Iin Arifin Takhyan," katanya.Soegiharto mengaku, pengangkatan Martiono adalah berdasarkan sisi kompetensi dan bukan karena unsur kedekatannya dengan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita. Demikian juga pengangkatan DR Umar Said yang memang dinilai sebagai ahli migas. Mengenai nasib direksi Pertamina, Soegiharto menegaskan untuk sementara belum akan dilakukan pergantian mengingat pergantian direksi merupakan bagian dari penilaian kinerja khususnya untuk tahun buku 2004. Selain itu menurut Seoegiharto, pemerintah dalam program restrukturisasi masih akan mengevaluasi apakah membutuhkan profil direksi lebih baik dari direksi saat ini ataukah tidak. "Kita lihat bagaimana program restrukturisasi ke depan membutuhkan profil direksi yang lebih baik dari yang sekarang ataukah tidak. Yang jelas hari ini saya belum putuskan untuk mengganti direksi. Jadi direksi tetap bekerja seperti biasa," tegasnya. Dengan adanya penyegaran di tubuh komisaris, Seoegiharto menyatakan pemerintah berharap dapat memberikan peran pengawasan yang jauh lebih baik dibandingkan masa lalu khususnya terkait dengan percepatan restrukturisasi Pertamina. Seogiharto juga menyatakan dirinya akan all out untuk membantu khususnya melalui forum yang telah dibentuk yakni forum pertemuan antara direksi dan komisaris terutama terkait upaya untuk menyelesaikan program restrukturisasi dan negosiasi berbagai kasus yang melibatkan Pertamina seperti perpanjangan Blok Cepu dengan ExxonMobil, kasus KBC atau kasus lain yang menjadi perhatian Pertamina.
(qom/)










































